BPSK Wajib Langkahi Dulu Tim Pansel

Diterbitkan  Kamis, 16 / 05 / 2019 19:55 - Berita Ini Sudah :  168 Dilihat

 

CIPUTAT- Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tangsel telah selesai masa tugasnya. Jika mau berlanjut dan mendapatkan SK dari Gubernur Banten, ada syaratnya. Di antaranya harus melewati tim Panitia Seleksi (Pansel) bentukan Provinsi Banten.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana mengakui saat ini BPSK yang ada untuk sementara tidak aktif. Seiring dengan masa berakhirnya kepengurusan periode 2014-2019. April kemarin atau jelang Ramadan sudah habis. Namun demikian masa pengajuan untuk kepengurusan yang baru atau perpanjangan telah diajukan.

“Masa periode pengurus BPSK periode yang kemarin sudah selesai pada akhir April. Untuk itu kami pun telah mengajukan kembali sebelum masa berkahir selesai.Tapi memang kewenangannya ada di Provinsi Banten dan kami sebatas mengajukan laporan saja,” kata dokter gigi ini.

Kembali dijelaskan mekanisme pembentukan susunan pengurus BPSK untuk periode lima tahun berikutnya. Provinsi Banten harus membentuk Tim Pansel. Setelah semua terbentuk baru kemudian proses-proses bagi para calon harus dilalui berbagai tahapan. Tentunya, Tim Pansel akan menguji dan menilai nama-nama yang telah diajukan sebelumnya.

“Jadi mereka akan membuat Tim Pansel dahulu. Setelah ditetapkan pansel, kemudian mekanikemsnya harus ditempuh. Nanti mudah-mudahan ketika dilakukan pansel hasilnya sesuai dengan yang diharapkan,” tambahnya.

Adapun komposisi nama-nama yang telah diajukan Disperindag, sebagian besar mereka yang sebelumnya mengisi gerbong BPSK. Kendati memang tidak semuanya. Ada beberapa orang-orang baru dengan kemampuan dalam penyelesaian sengketa konsumen.

“Nama-nama yang diajukan sebagainya besar dan ada beberapa yang baru. Yang lama karena kinerjanya cukup baik. Cukup bagus dari hasil laporan dan produk-produk yang selesaikan dan ditangani dan itu sudah dilaporkan ke provinsi dan berharap mereka sudah mengikuti pelatihan dan sertifikat,” beber mantan Direktur RSU Tangsel ini.

Untuk saat ini sementara tidak beroperasi dulu. Karena sangat penting bagi masyarakat Tangsel, diharapkan segera terbentuk. BPSK kiprahnya selama ini cukup mencengangkan. Perlu angkat jempol buat mereka. Mengapa? Kontribusi dalam menyelesaikan gugatan konsumen membuahkan hasil. Sehingga, wajar bukan hanya penanganan warga Tangsel, tapi di luar daerah. Seperti dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang hingga Serang.

“Sementara off dulu. Kami juga berharap lebih cepat. Karena keberadaanya sangat dibutuhkan masyarakat. Mereka menangani tidak hanya di Tangsel, tapi sampai di luar hingga ke Serang,” ucap wanita pemilik lesung pipi.

Infromasi terbaru, Tim Pansel, sebentar lagi akan turun. Artinya mereka hendak melaksanakan misi dalam pengujian bagi para calon BPSK berdasarkan nama-nama yang sudah diajukan terlebih dahulu. Belum dapat ditentukan. Apakah proses seleksinya di Banten atau di Tangsel, mengingat tidak ada ketentuan. Ini hal teknis yang akan memastikan itu semua adalah tim Pansel itu sendiri.

Sedikit mengetahui mengapa Tangsel memiliki BPSK, karena melihat kondisi masyarakat yang sangat memerlukan lembaga ini. Hingga pada akhirnya memberikan usulan bahwa Tangsel siap untuk dibentuk BPSK. Disperindag adalah mitra dan direspon dan setelah dievaluasi cukup baik. Untuk anggaran ada dua yaitu untuk honorer dan dana operasional. Jika nanti tahun ini ditetapkan anggaran semestinya sudah disiapkan oleh Banten.

Sebelumnya salah satu anggota masa jabatan 2014-2019 yang juga sebagai majelis hakim BPSK, Puji Imam Jarkasih menyampaikan, sebelum Ramadan masa jabatan pengurus BPSK telah habis. Oleh karenanya tidak dapat menjalankan tugas. Apalagi menangani pengaduan sengketa masyarakat terhadap badan usaha.

“Kami sudah tidak beraktivitas dalam penanganan sengketa, karena masa jabatannya telah selesai belum lama ini sekitar bulan April lalu sebelum Ramadan. Jabatan selama lima tahun harus diajukan kembali kepada gubernur Banten yang berhak mengeluarkan surat keputusan,” tutur Puji.

Ketua BPSK periode 2014-2019 Kiblatullah, dihubungi secara terpisah membenarkan masih menunggu SK Gubernur Banten untuk perpajangan kerja BPSK Tangsel. Masa kerja BPSK Tangsel habis. Sementara surat pengajuan yang dikirimkan ke Banten sudah cukup lama.

“Yang mengajukan Disperindag dan itu sudah diajukan lama. Semoga saja secepatnya SK-nya ditandatangani, sehingga kita bisa kembali menangani persidangan konsumen,” ujar Kiblat. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!