Kajian Dhuha Selama Ramadan Ramai

Diterbitkan  Jumat, 17 / 05 / 2019 22:46 - Berita Ini Sudah :  185 Dilihat

 

CIPUTAT- Kajian Dhuha di Masjid Al Ithisom, Balaikota Tangsel, setiap pagi selama Ramadan ramai. Dihadiri banyak pegawai pemkot. Mulai dari jamaah wanita dan laki-laki. Pegawai Pemkot dari para staf, kasi, kabid hingga kepala dinas. Penceramah-penceramah didatangkan.

KH Aep Saifudin dari MUI Tangsel, menjabarkan tentang kekhusuan salat, kemarin. Para jamaah diajak selama Ramadan agar tetap beraktifitas. Jangan jadikan hambatan saat puasa. Puasa justru melatih kepekaan dan kerelaan baik lahir maupun batin.

“Tidurnya orang puasa itu ibadah. Tapi tidur yang bagaimana dulu. Kalau tidurnya terus menerus tidak ada aktifitas apalagi tidurnya tidak baca doa, dzikir dan menyebut asma Allah, tidak ada bedanya dengan orang mati. Mau tidak disamakan dengan orang mati,” ucapnya di hadapan para jamaah.

Momentum Ramadan jadikan keseluruhan untuk bertasbih kepada Allah SWT. Bukan hanya ibadah wajib seperti salat. Namun dalam bekerja pun diniatkan kepada Allah agar semua diridhai. Banyak-banyaklah berdialog dengan Allah melalui bacaan Alquran, pesannya. Demikian berdialog dengan Nabi Muhammad SAW melalui bacaan-bacaan hadis-hadis. “Jika ingin berdialog dengan alim ulama bacalah sirah ulama,” katanya lagi.

Ceramahnya yang begitu semangat, para jamaah nampak khusuk mendengarkan. Ini tanda mereka memahami dan siap menjalankan. Aep mengingatkan bagi jamaah yang melaksanakan tarawih harus mengikuti rukun sahnya salat. Tumanina. Tidak terburu-buru. Wajib membaca surah al-fateha.

“Ada yang salat tarawih dalam jumlah rakat banyak sementara ditempuh dalam waktu singkat. Karena bacaanya sangat cepat. Ini jangan sampai dilakukan. Karena salat itu ada tumaninanya,” imbaunya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel Apendi, mengungkapkan, sangat bermanfaat adanya kajian dhuha selama Ramadan. Materi-materi seluruhnya disampaikan narasumber berkaitan dengan ibadah yang sehari-hari dilakukan. Dengan demikian, ibadah yang dijalani hari demi hari terus diperbaiki.

“Kajian ini sangat bermanfaat sekali, sebagaimana yang dijelaskan tentang salat. Salat harus sesuai dengan rukun dan sahnya salat. Tidak terburu-buru dan sebagainya,” ujarnya. (din)

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!