BPOM dan Labkesda Temukan di Pasmod Bintaro


Marak Makanan Berformalin

Diterbitkan  Jumat, 17 / 05 / 2019 22:47 - Berita Ini Sudah :  295 Dilihat

SIDAK PASAR: Sejumlah petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Tangerang Selatan terlihat melakukan sidak di Pasar Modern Bintaro, Jumat (17/5). Sidak gabungan yang melibatkan BPOM serta Dinas Kesehatan dan Satpol PP tersebut mengecek sejumlah barang dan menguji beberapa makanan yang mengadu formalin atau boraks, dalam sidak tersebut masih terdapat sejumlah makan yang mengandung formalin

PONDOK AREN- Hati-hatilah. Saat membeli makanan, perlu cermat. Teliti. Salah-salah, makanan tersebut mengandung formalin dan boraks. Itu pengawet berbahaya. Setidaknya, temuan sidak pada Jumat (17/5) kemarin dapat membuktikan. Adanya berbahan pengawet berbahaya marak di pasaran.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel beserta Dinas Kesehatan Tangsel dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang, Banten, Labkesda, Satpol PP melakukan sidak bahan makanan di Pasar Modern, Bintaro, Pondok Aren.

Dari sidak, ada 23 sampel bahan makanan yang diuji terdapat dua jenis bahan makanan. Ditemukan mengandung bahan pengawet berupa formalin dan boraks.

“Dari hasil laboratorium makanan, kami mengambil 23 sampel makanan, baso, tahu, kikil ada dua terindikasi formalin dan borak.¬† Jenis mie dan satu lagi itu bahan dasar untuk membuat kerupuk tidak boleh dijual, bahan dasarnya borak,” ujar¬† Kepala Labkesda Tangsel Dokter Hanum Latifa seusai melakukan pengecekan.

Pihak BPOM mengungkap dari temuan tersebut mie kuning yang digunakan untuk campuran Baksolah yang dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya. Demikian dari hasil uji langsung di lapangan dan akan diperkuat kembali dengan uji di laboratorium.

“Dampak (bagi) kesehatan, untuk formalin jangka panjang 10 tahun kedepan bisa ke gagal ginjal dan kanker,” kata Faisal Mustofa, Kasie Pemeriksaan BPOM Banten.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel Maya Mardiana mengungkapkan pelaksanaan sidak kali ini. Selain melakukan pengecekan keamanan bahan makanan, juga untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga jelang Idul Fitri.

“Sidak kali ini tujuannya adalah untuk ketersediaan bahan pokok kemudian untuk stabilisasi harga sembako menjelang idul fitri. Kemudian ada juga sidak pangan berbahaya baik bahan baku maupun bahan pangan yang siap saji ada Dinkes, BPOM, Satgas Polres turun ke lapangan agar pasar tradisional aman baik ketersediaan, harga dan keamanan,” jelas pejabat berlatar belakang dokter ini. (irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!