Mobil Dinas untuk Lebaran Masih Dibahas

Diterbitkan  Jumat, 17 / 05 / 2019 22:46 - Berita Ini Sudah :  256 Dilihat

 

CIPUTAT-Pemkot Tangsel segera membahas untuk mengeluarkan intruksi penggunaan kendaraan dinas saat lebaran. Nanti akan dipilah-pilah. Mana yang boleh di bawa dan tidak. Pasalnya, rawan pencurian apabila ditinggal lebaran.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyebutkan baru akan membahas soal kendaraan dinas jelang lebaran. Jika sudah dibahas akan ada intruksi. Berlaku kepada seluruh pegawai yang memegang kendaraan dinas. “Saat ini belum ada aturannya. Nanti kami akan bahas terlebih dahulu baru nanti akan keluar intruksi,” kata Bang Ben.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini berpandangan. Tingkat kerawanan jelang lebaran cukup tinggi. Hal ini seiringin banyak masyarakat mudik ke sanak family di kampung halaman. Otomatis rumah-rumah banyak kosong. Itu kesempatan kawanan pencuri leluasa melancarkan aksinya.

“Maka sebaiknya dibawa daripada khawatir nanti hilang, karena rumahnya kosong. Maka nanti kami akan mengkaji untuk dipilah-pilah mana yang pulang dan mana yang tidak,” kata pria yang semasa remajanya dikenal sebagai “anak kolong” ini.

Tentu akan lebih aman. Jika dibawa, ketimbang ditinggal di rumah. Sedangkan rumahnya kosong. Tidak ada yang tinggal. Risikonya jauh lebih besar.

Demikian senada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel, Apendi. Belum diputuskan untuk kebijakan mobil dinas lebaran tahun ini. Pemkot tengah mempersiapkan pembahasanya lebih dahulu. Jika sudah dilakukan rapat akan diedarkan hasil keputusanya.

“Belum ada ketentuan apakah boleh dibawa mudik atau tidak. Pemkot baru akan memulai rapat bersama membahas penggunaan mobil dinas saat lebaran,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk libur tahun ini dimulai sekitar 30 Mei hingga masuk 10 Juni. Lebih kurang 10 hari. Berikut cuti bersama pemerintah. Masa libur tahun ini dinilai lebih panjang dari lebaran sebelumnya. Lebaran jatuh pada 5-6 Juni. Posisi di tengah-tengah pekan. Secara otomatis cuti bersama di awal pekan dan ditambah lagi tanggal merah akhir pekan. Alhasil, menjadi panjang.

“Libur lebaran tahun ini sekitar sepuluh harian. Nanti masuk tanggal sepuluh bulan Juni. Tahun ini liburnya lebih lama dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Berkaitan dengan pegawai yang cuti, sebetulnya tidak perlu ada. Sudah ada cuti bersama ditetapkan pemerintah. Terkecuali ada yang mendadak penting atau kampung halamannya jauh, sehingga membutuhkan perjalanan berhari-hari. Itu menjadi pertimbangan.

“Tapi kalau pegawai yang tidak mudik, di sekitar Tangsel dan Tangerang Kota atau sekitarnya tak perlu cuti. Jika ada yang mengajukan cuti nanti dilihat dulu apakah memang kampung halamannya cukup jauh atau ada pertimbangan yang lain,” tandasnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!