Eeng Sebut Imbas Tsunami Politik


Kursi PPP Habis

Diterbitkan  Senin, 20 / 05 / 2019 21:43 - Berita Ini Sudah :  333 Dilihat

SETU-Periode 2019-2024 nanti dapat dipastikan parlemen Kota Tangsel tidak memiliki perwakilan dari Partai Persatuan Pambangunan (PPP). Perolehan suara sebanyak 22.150 pada Pemilu 2019 ini rupanya tidak mampu membawa satu Caleg pun untuk duduk di DPRD Kota Tangsel.
Jumlah suara tersebut jauh berkurang dari perolehan suara partai berlambang kabah ini pada Pemil 2014 lalu. Kala itu mengantongi suara 33.639 dengan raihan dua kursi di DPRD Kota Tangsel.
Saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangsel, kemarin, Ketua DPC PPP Kota Tangsel, Eeng Sulaiman menyempatkan diri untuk diwawancarai terkait perolehan partainya yang jauh menurun dari Pemilu sebelumnya.
Menurut Eeng, Tsunmami Politik yang terjadi belakangan yang menyebabkan perolehan suara PPP di Kota Tangsel jauh menurun. Bahkan tidak mampu membawa satu wakil rakyat pun ke DPRD Kota Tangsel.
“Ini memang Pemilu yang paling berat kami rasakan. Terutama sebagai Caleg dari beberapa kali Pemilu ini lah yang paling berat yang kami rasakan. Karena memang selama lebih dari tiga tahun terkahir ini PPP diterpa Tsunami Politik. Ditambah lagi di penguhujung pencoblosan kemarin Ketua Umum kami diterpa musibah. Sehingga memberi pengaruh terhadap perolehan suara partai,” ujarnya.
Lebih lanjut Eeng mengatakan, bahwa imbas dari tertangkapnya Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Dampaknya sangat terasa sekali bagai partai. Karena isu tersebut menurut Eeng terus disebarkan oleh lawan-lawan politik PPP.
“Berita itu menjadi bahan lawan politik kami untuk terus menyerang kami. Banyak kader yang mengeluhkan soal serangan lawan politik itu, berkaitan isu-isu PPP sebagai partai penista terus digoreng oleh lawan politik. Sehingga kami sudah kehabisan akal bagaimana lagi cara untuk menjual PPP kepada masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya menyoalkan Tsunami Politik yang tengah dihadapi PPP. Eeng juga mengeluhkan soal kesolidan koalisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Kota Tangsel.
Di mana Eeng meraskan seolah ada upaya yang memang ingin menghilangkan partai-partai menengah, termasuk juga PPP dari parlemen Kota Tangsel.
“Kami juga melihat koalisi ini tidak bekerja dengan solid. Saya pikir kita berkoalisi untuk sama-sama menang di Pemilu ini. Rupanya kepentingannya masing-masing. Dan kami merasa ada semacam kesengajaan untuk menghilangkan partai menengah seperti PPP di Kota Tangsel ini. Artinya ada rasa kekecewaan bagi kami di Tangsel,” terangnya.
Sementara itu, untuk nasib PPP ke depannya, Eeng mengatakan, bahwa secara organisasi PPP akan tetap berjalan meski pun tidak memiliki wakil di DPRD Kota Tangsel.
“Secara organisasi tentunya tetap berjalan. Kami akan tetap menjalankan tugas-tugas politik kami sebagai partai meski pun kami tidak memiliki perwakilan di parlemen. Dan kita tunggu saja nanti seperti apa sikap kami untuk periode selanjutnya,” pungkasnya. (dra).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!