Minimalisir Penukaran Uang Dijalan


BI Banten Siapkan Rp 21.340 Miliar Untuk Penukaran Uang

Diterbitkan  Selasa, 21 / 05 / 2019 21:38 - Berita Ini Sudah :  288 Dilihat


PENUKARAN UANG: Terlihat sejumlah Masyarakat mengantre saat melakukan penukaran Uang di tempat Bazar Ramadhan di Kecamatan Pondok Aren, Selasa (21/8). Penukaran uang tersebut sangat diterima antusia oleh sejumlah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pada saat Idul Fitri untuk memberikan kepada sanak saudra.

PONDOK AREN-Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPW) Banten membuka penukaran uang pecahan kecil melalui mobil keliling di 44 titik dan 60 titik melalui kantor perbankan yang ada di Banten.

Seperti halnya yang dilakukan BI Banten di Kecamatan Pondok Aren, BI Banten menyiapkan mobil kas keliling untuk penukaran uang di wilayah Tangsel. Tidak hanya BI, Bank BJB pun menyiapkan satu mobil kas keliling untuk penukaran uang.

Adapun jumlah yang disiapkan mencapai Rp 21,340 Miliar dan Bank BJB menyiapkan Rp 800 juta.

“Penukaran melalui kantor perbankan yang ditunjuk oleh masing-masing bank. Pelaksanaan penukaran bersama BI dengan 7 perbankan lainnya,” kata Pejabat Sementara Kepala KPW BI Banten Ery P Suryanto saat ditemui selepas bazar Ramadan di Kecamatan Pondok Aren.

Dijelaskannya, masyarakat yang akan menukarkan uangnya maksimal Rp 4 juta per orang, dengan komposisi penukaran senilai Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu.

“Adapun untuk kebutuhan pecahan lain dilayani sesuai dengan persediaan,” terangnya.

Ery juga menghimbau, masyarakat diminta menukarkan uangnya ke perbankan, untuk menghindari peredaran uang palsu.

Disebutkannya, beberapa lokasi penukaran yaitu di Alun-alun Kota Serang, pada tanggal 23,24,27 dan 28 Mei 2019. Lalu di Alun-alun Kota Cilegon pada tanggal 27 dan 28 Mei 2019. Semua dilayani sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.”Pelayanan penukaran uang dimulai sejak tanggal 06 sampai 31 Mei 2019,” pungkasnya.

Bank Sentral telah bersiap diri untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat. Pada tahun ini, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang kartal mencapai Rp 217,1 triliun pada momen Ramadan dan Idul Fitri.

Deputi Gubernur, Rosmaya Hadi menyebutkan, angka kebutuhan uang tunai tersebut tumbuh 13,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu (yoy).

“Kenaikan ini dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pada libur panjang serta kenaikan gaji dan pembayaran THR ASN maupun pegawai swasta,” kata dia, pekan ini.

Dia menuturkan, kenaikan kebutuhan uang (outflow) pada 2019 diperkirakan terjadi di seluruh satuan kerja (satker) kas dengan outflow tertinggi di daerah Jabodetabek sebesar Rp 51,5 triliun.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang hanya di tempat resmi. Hal tersebut untuk mencegah risiko uang palsu dan untuk menjaga kualitas uang.

“Masyarakat diimbau agar selalu memperhatikan ciri keaslian rupiah dengan dilihat, diraba dan diterawang serta cara merawat rupiah dengan lima Jangan (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi),” ujarnya.

Sementara, Pemimpin bank bjb Kanwil IV Edy Kurniawan Saputra, mengatakan, BJB menyiapkan mobil edukasi BJB, “Kita menyiapkan mobil sebanyak 10 unit, dimobil ini bisa melakukan transaksi penukaran uang kecil,”ungkapnya.

Di kegiatan bazar Ramadan ini, Bank BJB menyiapkan sebesar Rp 800 juta untuk penukaran uang. “Kami berharap masyarakat bisa melakukan penukaran di mobil edukasi tidak di penjual keliling yang ada di jalan,”singkatnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!