Rawat Keragaman dengan Buka Puasa Bersama

Diterbitkan  Selasa, 21 / 05 / 2019 20:00 - Berita Ini Sudah :  228 Dilihat

SERPONG UTARA- Fenomena masyarakat pasca pemilu memprihatinkan. Panasnya suhu politik belum mereda. Masih terjadi gontok-gontokan di sebagian masyarakat. Antisipasi itu, Komunitas Tansel Club menggelar diskusi Bukber Kebangsaan, Senin (20/5). Temanya, “Saatnya Merekatkan Kembali Tali Semangat Kebangsaan Sesama Warga Tangsel”. Digelar di salah satu hotel bilangan Serpong Utara.

Robet Sirait, salah satu anggota Tangsel Club menyampaikan, Tangsel cukup majemuk. Berbagai suku, adat dan budaya. Ada semua. Tugas bersama adalah Tangsel dapat  memberikan contoh ke daerah lain. Ini yang menjadi misi ke depan agar Tangsel dalam kondisi yang damai untuk siapapun.

“Meski kita beda pilihan selama pilpres kemarin, tapi kita tetap bersatu,” pesannya yang juga sebagai pemilik hotel tempat diselenggarakan acara ini.

Kembali ia melanjutkan, 90 persen warga Indonesia penikmat kemerdekaan. Semua sudah  berkorban untuk kemerdekaan ini. Pendiri bangsa berdarah-darah memerdekakan negara ini. Saat ini semua menjadi penikmat kemerdekaan.  “Lalu kemudian apakah dengan pilpres ini negara menjadi rusak. Ini sangat disayangkan. Pendiri bangsa dan kita yang menikmati,” ujarnya.

Kemal Pasha, mantan Ketua Kadin Tangsel mengutarakan senada. Pria yang digadang-gadang maju bakal calon walikota Tangsel ini menyebutkan, sebagai warga Tangsel perlu berpikir lebih brilian. Mengedepankan karya nyata. Bukan hanya teori semata. Berbicara semua orang bisa, termasuk mengulas berbagai hal di Tangsel, mulai dari sampah, dan persoalan lain yang masih banyak.

“Yang sulit itu keluar dari paradigma lama. Kita harus berpikir yang di luar lebih jauh maju ke depan. Seorang pemimpin tidak hanya kreatif, tapi progresif,” ungkapnya.

Penyampaian ini ditimpali oleh Suhedar, dosen Unpam. Dalam memajukan Tangsel, perlu peran serta semua pihak. Di antaranya dengan kesiapannya untuk maju menjadi bakal calon walikota. Di hadapan tamu undangan, Suhendar meminta dukungan dan dorongan dari masyarakat untuk maju.

“Saya memberanikan diri di pilkada besok jadi calon kepala daerah. Mohon doa suportnya semua. Mudah-mudahan menjadi terbaik. Bahwa Tangsel menjadi representasi nasional. Bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat mulai dari peningkatan pelayanan, memberikan partisipasi seluas-luasnya,” kata dosen hukum itu.

Dirinya mengusung gagasan Tangsel Baru. Dinamika sosial harus dikelola dan dijaga. Tangsel Baru bersumber dari pembangunan berkebudayaan. Konsep ini untuk pembangunan dalam memotret menjadi lebih baik.“Airin sudah baik, tapi ada yang lebih baik dan perlu diperbaiki,” tutup Suhendar.

Tak ketinggalan Profesor Guntang menyampaikan pendapatnya. Pemilik nama lengkap Gunawan Tangkilisan itu menjelaskan, Tangsel sebuah kota kecil. Namun istimewa. Dekat dengan DKI. Pada  2009 penduduk dibawah 1 juta, sehingga jumlah DPRD hanya 45 orang. Sekarang sudah 50 anggota sering dengan jumlah penduduk.

“Artinya penduduk sangat signifikan. Namun bukan penduduk asli tapi pendatang. Oleh sebab itu perlu menjadikan Tangsel tetap kondusif.  Yang perlu diwaspadai berita bohong atau fitnah usai Pilpres. Kita yakin kita bangsa tangguh. Kita sudah mengalami banyak hal,” ujar profesor yang tengah menyalonkan diri sebagai Komisioner KPK.

Turut hadir Ketua MUI KH Saidi sekaligus memberikan untaian kata mutiara kepada tamu yang hadir. Asisten Daerah Tiga, Teddy Meiyadi turut hadir. Disela kegiatan, puluhan anak yatim piatu turut disantuni.

Ketua Panitia, Fuad Samad menyebutkan, tujuan kegiatan yaikni mengakrabkan. Silaturahmi sesama anggota Tangsel Club. Di dalam komunitas ini, komunikasinya terlalu brutal selama pilpres. Maka perlu diredam kembali. Perlu diselesaikan. “Tidak ada lagi antara satu dan dua. Kita netralkan semua,” ujarnya.

Salah satu peserta, Rivandy asal Abang None berpesan agar pasca pemilu tetap tenang sampai pengumuman dari KPU. Siapa pemenang presiden nanti, Tangsel harus tetap kondusif. Tidak mudah terprovokasi. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!