Bawaslu Sidang Suara NasDem

Diterbitkan  Kamis, 23 / 05 / 2019 20:31 - Berita Ini Sudah :  210 Dilihat

 

SERPONG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel menggelar sidang. Ini terkait laporan dari Partai NasDem. Sidang digelar perdana kalinya. Dalam laporannya, NasDem menduga ada kesalahan perhitungan suara. NasDem merasa dirugikan untuk daerah pemilihan (dapil) Pondok Aren.

Hadir seluruh komisoner Bawaslu Kota Tangsel. Sidang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep. Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Pondok Aren sebagai terlapor juga hadir. Begitupun beberapa pengurus Partai NasDem sebagai pelapor. Selain itu, ada beberapa saksi.

Sidang perdana berlangsung sebentar. Bawaslu hanya membacakan pendahuluan serta memastikan bahwa laporan tersebut telah memenuhi adminsitratif.

Ketua Komisi Saksi Nasdem (KSN) DPD Partai NasDem Kota Tangsel, Syarifudin mengatakan, hal dasar pelaporan berawal saat digelarnya pleno di PPK beberapa waktu lalu.

“Prosesnya, kita menemukan setelah pleno di PPK, kita mengkroscek dari DA1 yang ada di PPK dengan  dan C1 yang kita miliki. Dari hasil kroscek tersebut rupanya banyak suara Partai NasDem yang hilang. Artinya angka dari C1 tidak sesuai dengan angka yang diinput ke dalam DA1,” ujarnya.

Syarif menyebut, ada ketidak sinkronan antara keduanya. Pihaknya yakin untuk  mengajukan gugatan terhadap selisih suara yang diperoleh oleh Nasdem.

Dia pun menduga, kesalahan berawal dari input dilakukan PPK Pondok Aren. Ia pun siap mengadu data. Data dimilikinya dengan data pada PPK Pondok Aren.

“Sementara ini kan masih proses persidangan, nanti kan ada tahapan pembuktian-pembuktian. Nah disitulah kita mengadu data, data yang kita miliki dengan data yang dimiliki PPK. Karena ini kan datanya sudah terlihat, kita punya bukti C1 nya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPK Pondok Aren, Dedi Nasruloh, mengatakan, dirinya hadir sebagai terlapor.

Terkait adanya dugaan pengurangan suara dalam pleno tersebut, Dedi mengatakan, tidak mungkin ada praktik pengurangan suara. Karena pleno berjalan dengan sangat terbuka dan dihadiri oleh seluruh saksi partai politik.

“Semua pleno itu berjalan dengan sangat terbuka. Jadi tidak mungkin ada pengurangan suara seperti ayang diduga terhadap kami. Dan kami hadir ke Bawaslu untuk menghormati proses Pemilu ini,” ujarnya.

Atas dugaan disampaikan Partai NasDem, menurutnya, adalah hak politik Partai NasDem. “Kita hormati haknya, yang pasti nanti biarkan fakta-fakta di persidangan yang akan membuktikan semua. Bahwa apa yang kami kerjakan sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Kami juga punya data tandatangan semua saksi partai,” tuturnya.

Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep, menjelaskan, sidang atas laporan pelanggaran administrasi tersebut hanya sebagai pembuktian. Benar terjadi pelanggaran atau tidak?

Acep juga menjelaskan, PPK Pondok Aren sebagai terlapor. Pada sidang pendahuluan itu hanya untuk menguji kelengkapan berkas persyaratan formil dan materil.

“Tadi berkasnya sudah terpenuhi, untuk selanjutnya nanti akan digelar lagi sidang lanjutan pada Jumat (24/5). Dan persyaratan batas waktu pelaporannya juga terpenuhi. Jadi laporan dugaan pelanggaran administrasi ini terpenuhi dan bisa dilanjutkan ke sidang selanjutnya,”  ujarnya.

Setelah sidang pendahuluan, dilanjutkan sidang pembuktian.  “Yakni pemeriksaan berkas pada hari Jumat. Jika terbukti, dipersilakan bagi partai untuk melaporkan hasilnya ke MK,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!