KPU Tunggu Surat MK terkait Caleg Terpilih

Diterbitkan  Kamis, 23 / 05 / 2019 20:32 - Berita Ini Sudah :  317 Dilihat

SERPONG- Harap menunggu! Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel belum bisa mengumumkan nama-nama Caleg terpilih Pemilu 2019. Padahal KPU RI telah menyelesaikam rekalitulasi tingkat nasional pada 21 Mei lalu.

Anggota KPU Kota Tangsel Achmad Mudjahid Zein punya alasannya. Untuk pengumuman atau penetapan Caleg terpilih masih ada tahapan lain. Menunggu adanya surat dari Mahkamah Konstitusi (MK). Di Kota Tangsel apakah ada sengketa Pemilu atau tidak?

Lebih lanjut Mudjahid mengatakan, dalam tahapan KPU menunggu tiga hari setelah pleno tingkat nasional. Nanti setelah tiga hari itu, MK akan bersurat ke KPU daerah. Termasuk ke Kota Tangsel.

“Setelah tiga hari selesainya pleno di tingkat nasional. Kami di daerah menunggu pengumuman dari MK apakah ada sengketa atau tidak. Nanti itu MK yang langsung bersurat ke kami,” ujarnya.

Lebih lanjut Mudjahid mengatakan, jika untuk Tangsel tidak ada sengketa, maka KPU Kota Tangsel akan kembali menggelar pleno. Pleno tersebut ialah pleno penetapan kursi atau untuk menetapkan Caleg terpilih sesuai dapil.

“Rekapitulasi nasional itu selesai 21 Mei jika menunggu tiga hari kedepannya. Maka kami upayakan Sabtu kita adakan pleno. Itu pun kalau memang tidak ada sengketa di MK,” katanya.

Ditanya lebih lanjut, Mudjahid mengatakan, dirinya belum mengetahui apakah saat ini ada partai yang mengajukan ke MK. “Kami belum tahu juga, di Tangsel apakah ada partai yang mengajukan sengketa ke MK,” ujarnya.

Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro, mengatakan, jika nantinya ada sengketa di MK, KPU harus menunggu selesainya sengketa tersebut. Baru bisa akan melakukan pleno penetapan perolehan kursi.

“Kalau nantinya ada sengketa, kami akan menunggu hasil akhir sengketa tersebut baru bisa melakukan pleno penetapan kursi atau menetapkan Caleg terpilih,” ungkapnya.

KPU Kota Tangsel akan menjalankan apa pun yang nantinya menjadi keputusan MK. “Apa pun nantinya keputusan MK akan kami jalankan. Karena sifatnya putusan MK itu sudah final,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!