Wujudkan Kota Tangsel Perdagangan dan Jasa

Diterbitkan  Kamis, 23 / 05 / 2019 20:32 - Berita Ini Sudah :  303 Dilihat

BINCANG – BINCANG: Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie terliat sedang berbincang dengan Komisaris Tangselpos Hari Prastowo, Direktur Tangselpos Agus Yuli serta Pimpinan Umum Tangselpos Ari Suhendra saat melakukan silatuhrahmi bersama Wakil Walikota Tangerang Selatan di Balaikota Tangsel, Maruga, Ciputat, Rabu (22/5).

CIPUTAT-Mewujudkan Kota Tangsel sebagai kota perdagangan dan jasa sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perlu didukung semua elemen. Potensi Tangsel cukup mengeliat. Oleh karenanya, perlu dikelola dengan tepat.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan fokus Pemkot terus mengupayakan Tangsel sebagai kota perdagangan dan jasa. Ini menjadi basis kelebihan kota yang dimekarkan dari daerah induk yaitu Kabupaten Tangerang. Hal-hal yang turut mewujudkan perdagangan dan jasa didukung oleh letak strategis. Berbatasan dengan Jakarta, Jawa Barat, Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

Pembangunan aspek pendidikan dan kesehatan dengan menyiapkan fasilitas seperti Puskemas dan rumah sakit umum, termasuk akan dibangun di Kecamatan Serpong. Dua hal itu sudah cukup terpenuhi, dari bangunan puskemas dan gedung-gedung sekolah.Perlu ditingkatkan adalah sumber daya manusianya.

“Di Tangsel, caffe di pinggir-pinggir jalan saja ramai banyak yang beli. Ini membuktikan bahwa iklim usaha di Tangsel sudah terwujud dengan baik. Pemerintah tentunya sebagai regulator menciptakan agar kondisi usaha stabil dan terus meningkat,” katanya saat berbincang dengan manajemen Tangsel Pos di ruang kerjanya.

Turut Hadir Direktur Tangsel Pos Agus Yuli, Pimpinan Umum Ari Suhendra dan Komisaris Hari Prastowo Alfaiz. Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie menekankan, kuncinya bagi masyarakat ialah mau berusaha. Karena harus bersaing dengan orang-orang yang datang dari mana-mana. Segala jenis usaha di Tangsel pasti berkembang. Semua dibutuhkan. Mulai dari kuliner, jasa cuci laundry, bengkel, perhotelan, mall dan masih banyak jenis jasa dan usaha lain. “Semua itu dibutuhkan oleh masyarakat urban seperti di Tangsel,” terangnya.

Pada aspek property, sebetulnya cukup banyak investor ingin mengembangkan usahanya dalam bidang ini. Hanya saja dengan melihat kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk pembukaan perusahaan dalam skala besar. Hal ini tidak sejalan dengan ketersediaan lahan. Satu cara yang diberikan kepada pengusaha harus membangun dengan konsep vertikal.

“Itupun kami batasi tidak boleh terlalu tinggi. Kebijakan ini sudah berjalan guna mensiasati keterbatasan lahan yang ada,” beber mantan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang ini.

Upaya-upaya untuk terus meningkatkan perdagangan dan jasa para UMKM diberikan pelatihan, pengembangan usaha, dari keterampilannya, cara promosi, perhitungan keuangan dan jaringan. Dirinya lebih suka menyebut star up. Ini jauh lebih progresif dibandingkan menggunakan istilah UMKM.

“Saya lebih suka menyebut star up yah. Sebab kalau UMKM tidak akan besar-besar karena dengan istilah penamaan usaha mikro kecil menengah. Lebih tepatnya star up,” ujar Bang Ben.

Termasuk bekerjasama dengan Puspiptek dengan pengembangan iradiator gama. Satu teknologi yang digunakan untuk mengawetkan bahan makanan. Contohnya sambal, yang biasanya hanya mampu bertahan hitungan hari, atau minggu maksimal hitungan bulanan. Namun dengan iradiator gama, sambal mampu bertahan selama dua tahun. hal-hal seperti ini sesungguhnya tinggal diconnectingkan kepada para star up. Upaya ini akan terus dilakukan. “Di Tangsel semua fasilitas sudah tersedia semua. Segala fasilitas terpenuhi tinggal kemauan warganya saja sebetulnya,” bebernya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!