Wayahnya Benyamin Gulirkan Rp 1 Miliar Setiap Kelurahan

Diterbitkan  Jumat, 24 / 05 / 2019 19:29 - Berita Ini Sudah :  319 Dilihat

Benyamin Davnie (Walikota Tangsel)

CIPUTAT-Gagasan ditawarkan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara rill. Melalui pemberdayaan masyarakat merata di 54 kelurahan di kota anggrek ini.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang tersebut menyatakan ke depan akan mengalokasikan dana Rp 1 miliar per kelurahan. Uang ini untuk pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan jalan lingkungan. Masyarakat yang akan mengelolanya melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Pola ini dinilai sangat tepat. Warga yang benar-benar mengelola uang itu. Cara itu, disebutnya, langkah pertama. Langkah kedua, uang dititipkan di kecamatan. Konsepnya sama. Nanti masyarakat yang menjadi tenaga kerjanya. Pembangunan jalan lingkungan atau apapun yang ada di masyarakat lebih tepat dikelola warga.

“Karena dapat memberikan pekerjaan bagi warga yang menganggur. Uangnya pun akan berputar di masyarakat. Dengan demikian peningkatan ekonomi akan tumbuh dengan cepat,” katanya saat berbincang dengan manajemen Tangsel Pos di ruang kerjanya pada Rabu (22/5) siang.

Turut Hadir Direktur Tangsel Pos Agus Yuli, Pimpinan Umum/Pimpinnan Redaksi Ari Suhendra dan Komisaris Hari Prastowo Alfaiz.

Menurut Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie, berbeda apabila uang diserahkan kepada kontraktor. Mengapa? Karena yang bekerja pasti dari orang dari mana-mana. Dengan pengerjaan warga sekitar, maka lebih aman, nyaman dan ada kehati-hatian pekerja dalam menjalankan tugasnya. Sebab, mereka akan merasa bahwa hasil pekerjaan ini untuk diri dan lingkungan sekitar.

Birokrat yang suka ngelenong saat bertemu orang-orang ini, menegaskan, perlu ada hal-hal baru. Pemerintah perlu melihat apa yang dapat digarap oleh masyarakat dan demikian apa yang bisa digarap oleh pemerintah. Tidak melulu semua digarap oleh masyarakat. Namun porsi untuk masyarakat perlu diperhatikan.

“Harus ada terobosan. Terobosan untuk masyarakat Madani ada tiga pilar, yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Yang tidak bisa dikerjakan masyarakat akan dikerjakan oleh pemerintah. Dan dana hibah biar masyarakat yang mengerjakan,” papar Bang Ben.

Tentunya masyarakat tidak akan diberikan beban terlalu berat dalam pengerjaan fisik. Polanya, barang biarkan dilakukan oleh tender. Ini akan lebih memudahkan masyarakat sekaligus barang-barang yang dibutuhkan untuk bangunan sesuai dengan speksifikasi.

“Biarkan saja barang yang tender. Biarkan masyarakat yang melaksanakanya untuk tenaga kerjanya. Dipastikan dengan pola demikian kesejahteraan akan ada peningkatan dan memang sudah wayahnya masyarakat Tangsel harus dilibatkan,” katanya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!