Hotel di Tangsel Wajib Tampilkan Kebudayaan Betawi Tangsel

Diterbitkan  Senin, 10 / 06 / 2019 21:51 - Berita Ini Sudah :  202 Dilihat

 

SETU-Setelah disahkannya peraturan daerah (perda) Pelestarian Kebudayaan Betawi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel meminta kepada tempat wisata baik hotel, restoran dan lainnya wajib menampilkan kebudayaan betawi khas Tangsel.

Karena aturan tersebut memiliki payung hukum, sehingga harus diikuti, agar masyarakat Tangsel maupun masyarakat luar Tangsel mengenal betul kebudayaan betawi yang ada di Tangsel.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Amar, mengatakan, bahwa dalam Perda tersebut mengatur bagaimna tempat-tempat wisata seperti hotel, restoran, serta tempat hiburan lainnya yang diwajibkan menampilkan muatan lokal kebudayaan betawi khas Tangsel.

“Sehingga masyarakat luar Tangsel atau tamu luar negeri yang sedang berkunjung ke Tangsel dan menginap di hotel, akan mengetahui bahwa kebudayaan khas Tangsel itu Betawi. Makanya nanti secara berkala pemerintah akan mensosialisasikan Perda ini kepada hotel, restoran, perusahaan travel dan tempat hiburan lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, nantinya di hotel-hotel bisa dilengkapi segala bentuk identitas kebudayaan betawi khas Tangsel. Tidak hanya itu saja, Amar juga mengatakan dalam pelestariannya sendiri harus benar-benar memanfaatkan teknologi IT.

“Untuk menunjang Pelestarian Kebudayaan Betawi, diperlukan website alat berkomunikasi untuk mempromosikan dengan informasi yang berkualitas. Peran Pemda sebagai fasilitator wajib menjaga menata pelestarian kreasi budaya dan peninggalan sejarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Penggagas Raperda Kebudayaan Betawi Syihabudin Hasyim mengatakan, keunikan dan kekhasan budaya Betawi akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan kepariwisataan dan industri pariwisata di kota Tangsel.

Sedangkan poin penting dalam Raperda ini ialah, nantinya akan mengatur tentang program pelestarian budaya, seperti tarian betawi, bahasa, dan juga pakaian ada Betawi yang ada di Kota Tangsel.

“Banyak nanti yang diprogramkan, seperti bahasa ini, akan ada mungkin seperti kamus atau buku tertentu yang akan kami upayakan masuk ke dalam kurikulum sekolah. Dan juga seperti sanggar tarian, serta pakaian adat, nantinya setiap kegiatan hari besar maka harus menggunakan pakaian adat Betawi,”pungkasnya.(dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!