Sidak Pelayanan dan Pegawai di Hari Pertama Masuk


Bang Ben Temukan Cetak KTP-el Eror

Diterbitkan  Selasa, 11 / 06 / 2019 19:42 - Berita Ini Sudah :  127 Dilihat

 

SIDAK PELAYANAN EKTP: Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie didampingi Kepala BKPP Tangsel Apendi serta Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kota Tangsel, Heru Sudarmanto terlihat sedang berbincang dengan warga yang akan mengurus EKTP saat dilakukan sidak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangsel, Cilenggang, Serpong, Senin (10/6). Sidak tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya sejumlah pegawai yang bolos saat hari pertama kerja setelah libur lebaran.

SERPONG- Libur lebaran sudah usai. Kemarin hari pertama masuk kerja. Libur pasca lebaran Idul Fitri 1440 H. Di hari pertama itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie melakukan inpeksi mendadak (sidak). Giliran yang disidak Bang Ben, sapaan akrabnya, pelayanan maupun pegawai di Kantor Disdukcapil dan Bapenda Tangsel. Dua kantor tersebut berada tak jauh dari Lapangan Cilenggang, Serpong.

Saat sidak ke dinas pelayanan, Bang Ben menemukan sistem yang eror. Awalnya mengecek warga yang membuat surat keterangan pindah datang, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun dirinya melihat pelayanan KTP-el sedikit tertunda. Ditemukannya, koneksi jaringan dari pusat (kementerian dalam negeri) eror.

”Hari Senin (10/6) memang mengalami gangguan jaringan dari pusat. Jadi, tidak bisa mencetak e-KTP sekarang,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya meminta maaf kepada warga yang sudah datang ke Disdukcapil untuk membuat KTP. Ada ganguan sistem dari pusat. Bagi yang urgent membutuhkan KTP, maka Disdukcapil akan membuatkan Surat Keterangan (Suket).

“Mohon maaf pelayanan KTP sedikit tergangu, karena sistem dari pusatnya eror,” kata mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini kepada warga yang datang ke Disdukcapil.

Ia menambahkan prinsipnya pelayanan memang sudah berjalan di hari pertama kerja pasca libur lebaran. ”Untuk pelayanannya sudah buka. Soal gangguan, saya minta untuk mensiasatinya kalau masyarakat membutuhkan saat ini, untuk dibuatkan solusinya,” kata pria yang semasa mudanya dikenal sebagai “anak kolong” ini.

Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan membenarkan kondisi jaringan sedang gangguan. ”Kondisi (gangguan) dari pusat dan seluruh Indonesia mengalaminya,” sebutnya.

Biasanya, hanya hitungan jam, jaringan sudah kembali normal untuk diakses. Dedi menambahkan pemohon yang buru-buru untuk mendapatkan identitas, akan dibuatkan surat keterangan (suket). ”Kalau tidak bisa menunggu, kami buatkan suket,” katanya.

Sedangkan disinggung jumlah pemohon yang sepi di hari pertama kerja usai libur lebaran? Dedi menengarai masih mudik. ”Selama saya menjabat, baru ini kosong kursinya. Biasanya pemohon sampai mengantri berdiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan soal urbanisasi, biasanya penambahan pendatang hanya ribuan saja. ”Datang kesini biasanya jadi pembantu rumah tangga,” terangnya.

Sementara itu, terkait ketidak hadiran pegawai pada hari pertama kerja, Bang Ben memastikan akan ada sanksi. Bagi ASN di lingkup Pemkot Tangsel yang bolos pada apel hari pertama kerja, Senin (10/6), bakal disanksi. Salah satu sanksi diterapkan yakni pengurangan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

“Perihal sanksi, tentunya para ASN (yang bolos) akan diberikan sanksi tegas,” kata Bang Ben menjawab pertanyaan media.

Pemberian sanksi, menurutnya, disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Mulai dari teguran tertulis hingga sanksi pengurangan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

“Jelas sanksi ada, karena libur sudah diberikan dari tanggal 3 Juni lalu, sudah sangat cukup. Yang hari ini tidak hadir kita lihat absensinya, minimal kena teguran dan maksimal kita lihat seperti apa paling tidak ada pengurangan TPP,” katanya lagi.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengamini adanya pemberian sanksi. ASN yang membolos bakal disanksi sesuai dengan aturan berlaku.

Disinggung mengenai ASN yang masih bolos atau tidak masuk tanpa keterangan, Airin akan menunggu data dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

“Kita kembalikan ke sistem dan aturan, walaupunpun tidak ada yang masuk pasti ada alasan. Kita minta BKPP untuk mengecek dahulu alasanya apa dan kita kembalikan ke aturan, karena kita ASN tentunya mempunyai aturan,” tegas wanita kelahiran Banjar, Jawa Barat ini. (irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!