Dana Rp 377 Juta Per Kelurahan Sudah Bisa Cair

Diterbitkan  Selasa, 11 / 06 / 2019 19:42 - Berita Ini Sudah :  117 Dilihat

 

SERPONG UTARA- Seusai Lebaran, Dana Kelurahan Tangsel Cair. Sebesar Rp 377 Juta di masing-masing 54 kelurahan. Dana kelurahan itu diperuntukan dalam rangka pembangunan. Baik sumber daya manusia serta infrastruktur.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebutkan, sebetulnya dana kelurahan Rp 377 juta per kelurahan sudah bisa diambil sejak April. Namun Pemkot Tangsel lebih dulu menggelar pelatihan administrasi terkait penggunaan dana kelurahan itu.

“Sebenarnya triwulan ke dua sudah bisa, Juni sudah bisa, cuma kan kita dahulukan pelatihan administrasinya. Juni sudah bisa diajukan, Juli sudah bisa dipakai,” kata Benyamin Davnie saat ditemui di sela kegiatan Halal Bihalal, Senin (10/6), di Kediaman Rumah Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dana kelurahan tersebut dari Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN). Sudah berpindah ke anggaran penerimaan belanja daerah (APBD). Dengan demikian, tinggal pelaksanaanya saja dan proses pencairan dalam setiap kegiatan di lapangan. “Sudah bisa dicairkan, sudah ada di APBD kita. Cuma nantilah ada proses, peruntukannya apa,” tambah pria yang suka humor ngelenong ini.

Adapun proses pencairan dana dimulai dari Lurah yang mengajukan program ke Wali Kota, lalu setelah diterima dana akan bisa diambil lewat Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).  “Lurah tetap mengajukannya ke Ibu Wali Kota, nanti proses berikutnya ke BPKAD untuk pencairan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program lurah yang dibicarakan dalam pelatihan, lebih banyak terkait pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan jalan kecil. Pengelolaan uang itupun langsung dikelola kelurahan dengan pengawasan dari kecamatan. “Artinya model pembangunan seperti ini akan menjadi model lembangunan di Tangerang Selatan, artinya lokusnya lebih kecil,” tandasnya.

Demikian juga disampaikan Sekda Kota Tangsel, Muhamad. Dana kelurahan sudah dapat digunakan. Adapun peruntukannya lebih dominan tentang pemberdayaan masyarakat. Misalnya, pelatihan pembuatan komposter melalui pengolahan sampah organik. Serta pelatihan-pelatihan peningkatan skill masyarakat.

“Dengan dibekali skill masyarakat dapat berkarya. Program dana kelurahan sangat membantu sekali untuk pemberdayaan di lingkungan tingkat kelurahan,” katanya.

Bukan sebatas pemberdayaan masyarakat. Dana kelurahan dapat digunakan pada aspek infrastruktur. Namun sekalanya lebih kecil, seperti perbaikan gorong-gorong, dan jalan lingkungan. Dana kelurahan ini akan berlanjut terus seperti program dana desa. Tujuannya pembangunan di lingkungan dapat berjalan cepat.

“Bukan saja pembangunan aspek infrastruktur, tapi aspek sumber daya manusianya melalui dana kelurahan itu sama-sama penting. Keduanya memiliki keterkaitan satu dengan yang lain,” terang mantan Kepala BP2T dan Kepala Disperindag ini. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!