Justru Dua Trayek Perkampungan Stabil


Masa Libur Lebaran Pendapatan Angkot Merosot

Diterbitkan  Selasa, 11 / 06 / 2019 22:11 - Berita Ini Sudah :  93 Dilihat

SERPONG – Masa libur lebaran angkot di Tangsel pendapatan mengalami penurunan 90 persen. Adapun armada yang beroperasi menurun capai 50 persen menyebabkan para sopir enggan menarik angkot.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangsel, Yusron Siregar menyampaikan selama musim libur lebaran nyaris tidak dapat penghasilan bagi para sopir angkot. Sebab penurunan pendapatan hingga capai 90 persen. Karena kondisi memang banyak masyarakat enggan menggunakan angkota, mereka lebih memilih jasa online, baik yang mobil maupun sepeda motor.

“Cukup parah angkutan di kota Tangsel mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan karena kalah dengan jasa online. Masyarkat lebih menggunakan kendaraan pribadi dan moda online ketimbang angkutan umum,” katanya. Kendati demikian, memang ada karakteristik wilayah yang tidak mengalami penurunan. Karena penumpangnya justru malah meningkat dari hari biasanya. Masyarakatnya menggunakan moda transportasi untuk silaturahim ke sanak family. Berikut dua trayek angkutan yang tidak terpangaruh selama masa libur lebaran adalah trayek Serpong- Pasar Prumpung, Kabupaten Bogor dan Serpong-Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Total armada mencapai 60 unit untuk Serpong  Cisauk.

Adapun untuk Serpong-Pasar Prumpung mencapai 30 unit. Tanpa diduga justru yang lebih ramai pada dua trayek ini mengingat masyarakat memanfaatkan fasilitas kendaraan umum secara maskimal.

“Trayek yang masuk diperkempungan selama musim lebaran berlangsung, justru hidup dan ramai. Dua trayek di Tangsel ini stabil dan tetap memperoleh setoran tidak kalah dengan hari-hari pada umumnya. Jika dibanding dengan trayek yang melintas kawasan kota, yang ada di Tangsel pendapatanya merosot tajam sehingga lebih memilih menikmati masa lebaran saja ketimbang narik angkot,” kelakar Yusron.

Sekitar dua tahun ke belakang ini memang para sopir angkut mengalami hal yang cukup buruk. Musim lebaran biasanya mereka panen sewa penumpang ke luar daerah atau kota. dulu banyak yang menyewa hingga ke daerah-daerah baik Jawa maupun daerah-daerah Sumatera. Namun hadirnya jasa kendaraan online semua tersingkir.

“Dulu banyak angkutan ke daerah-daerah mengantarkan para pemudik. Itu peluang bagi para sopir angkot. Tapi belakangan ini sejak ada taksi online semua tertutup. Bukan hanya saja angkut, tapi juga rental mobil saja tersingkir oleh mereka. Karena yang online pun bisa disewa untuk ke luar daerah,” jelas ia.

Dari data 4000 unit angkot di Tangsel di 34 trayek seluruhnya dibagi 20 trayek khusus untuk wilayah Tangsel dan 14 trayek lintas kabupaten kota lain, dari Tangsel menuju Pandeglang, dan Jakarta serta wilayah lain cukup banyak. Dari 4000 unit yang terdata, hanya 2000 unit aktif setiap hari narik penumpang.

Dari hitungan Yusron kurang dari 1000 unit angkutan lakukan peremajaa.(din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!