Peran DKM Memajukan Fungsi Masjid

Diterbitkan  Selasa, 11 / 06 / 2019 19:39 - Berita Ini Sudah :  114 Dilihat

 

SERPONG-Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel menyampaikan fungsi masjid. Di dalamnya mengandung banyak aspek. Peran para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sebagai ujung tombak. Krusial. Penting, terutama agar masjidnya selalu diramaikan jamaah.

Ketua DMI Kota Tangsel, Heli Slamet menyebutkan DKM jangan pernah jenuh dan lelah dalam mengurus masjid. Kendati rasa jenuh dan bosan bagian dari manusia. Namun perlu diatasi dengan kiat-kiat jitu. Hal itu dijelaskan beberapa waktu lalu di hadapan ratusan pengurus DKM di bilangan Serpong.

“Menyemangati para pengurus DMI dan DKM jangan sampai semangat menurun. Kita terkadang sebagian manusia dalam memakmurkan melemah. Buktinya kita cuek dengan jumlah jamaah stagnan. Dengan program-program hanya sederhana,” kata pria yang juga Kabag Kesra di Pemkot Tangsel ini.

Menurutnya, perlu melakukan mobilisasi masjid. Tujuannya supaya fungsinya tercapai. Bagaimana menjadikan masjid bersih baik secara lahir maupun maknawi atau secara batin. Bersih secara lahiriah meliputi fisiknya nyaman, ber AC, konsepnya ramah lingkungan dan lain sebagainya. Adapun nyaman secara batin tidak ada lagi pertentangan antar jamaah. Semuanya merasa nyaman kendati ada perbedaan gerakan dalam salat. Tapi itu tidak masalah.

Masjid sebagai fungsi dakwah. Masjid menjadi menara gading. Tapi bagaimana masjid dapat masuk ke ruang keluarga. Ada yang sakit dikunjungi termasuk bagi warga jarang ke masjid dikunjungi. Termasuk yang disabilitas. Semua dapat diakomodir.

Masih disebutkan pria bernama lengkap Heli Slamet Soemardi ini, fungsi masjid sebagai tarbiyah atau pendidikan. Masjid sebagai open university dan pesantren. Masjid menyediakan pengajian buat anak dan ibu-ibu di luar TPA harus ada 10 kali dalam seminggu.

Masjid berfungsi sebagai sosial. “Kita makmurkan betul tetapi masjid harus intervensi lingkungannya. Pakai uang masjid boleh. Bukan cuma sembako saja. Di masjid ada zakat, infak dan lain-lain. Jangan sampai di lingkungan ada yang kelaparan dan dibiarkan saja. Sementara ada perputaran uang di masjid,” terangnya.

Fungsi sebagai ekonomi bagaimana masjid memiliki kemandirian misalnya koperasi, minimarket dan lain-lain selama itu syar’i supaya masjid lebih percaya diri. Sehingga imam, marbot dan pengurus masjid sejah tera.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie berpandangan dari berbagai golongan etnis, suku dan budaya diikat dalam DMI pada sekala kecil. Dalam sekala besar, DMI diikat dalam Kebhinnekaan Tunggal Ika dan semuanya menjadi harmonis.

“Pentingnya ulama dan Umaro harus bergabung. Perlu ada keseimbangan dalam pembangunan karakter untuk generasi ke depan,” katanya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!