DPRD Minta Masyarakat Ikut Pelototi Penggunaannya


Dana Kelurahan Ngeri-Ngeri Sedap

Diterbitkan  Rabu, 12 / 06 / 2019 19:41 - Berita Ini Sudah :  154 Dilihat

 

SERPONG – Dana Kelurahan Rp 377 Juta per kelurahan. Sudah bisa dicairkan. Untuk digunakan sesuai peruntukannya. Dana tersebut banyak maslahat bagi masyarakat. Namun salah-salah, bisa jadi madhorat. Bila disalahgunakan, dana dari APBN yang berpindah ke APBD itu bisa mengantarkan ke penjara. Berhadapan dengan aparat hukum. Ngeri-ngeri sedap.

Beberapa kelurahan kini sudah mulai menjalankan program dari dana kelurahan. Secara umum untuk pembangunan SDM dan infrastuktur. Program memberikan dampak positif terhadap masyarakat di setiap kelurahan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel, Drajat Sumarsono menyerukan masyarakat agar bersama-sama mengawasi. Proses seluruh kegiatan yang menggunakan dana kelurahan patut dipelotot. Seluruh kegiatan juga harus dilakukan secara transparan.

Disebutkan Drajat, program dana kelurahan ini baru pertama kali dijalankan di Kota Tangsel. Sehingga pengawasannya harus ketat.

“Kami juga telah mengajak agar bersama-sama kita awasi program dana kelurahan ini. Seluruh prosesnya harus kita awasi, agar benar-benar terserap dengan baik dan berdampak positif pula pada masyarakat,” ungkapnya.

Anggota legilatif dari PDI Perjuangan ini juga meminta masyarakat agar tidak ragu-ragu pula dalam pengawasan. Jika memang ada temuan, maka segera melaporkan ke DPRD Kota Tangsel.

“Kalau ada dugaan-dugaan laporkan saja ke kami, yang penting laporannya itu harus jelas dan dengan data yang lengkap. Karena kami di Komisi III telah berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap dana kelurahan ini,” ujarnya.

Para lurah, kata Drajat, harus benar-benar hati-hati dalam merealisasikan anggaran. Ini memberikan contoh bagi daerah lain.

“Ini kan yang pertama, kita harus menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di luar Tangsel. Kalau awalnya ini sudah berjalan dengan baik, maka dapat dipastikan kedepannya akan berjalan jauh lebih baik lagi,” ungkapnya.

Drajat juga mengatakan, nantinya DPRD juga akan melakukan evaluasi kepada seluruh lurah-lurah yang telah menjalankan program dana kelurahan. “Kita kan selalu ada rapat evaluasi tri wulan. Nanti dalam rapat itu kita gunaakan juga untuk menayakan program yang sudah dijalanakan oleh seluruh kelurahan,” ungkapnya.

Selain itu, Drajat juga berharap dengan peran aktif masyarakat, maka masyarakat juga dapat melihat langsung bagaimana pemerintah pusat memberikan perhatian penuh dalam pembangunan SDM sampai tingkat keluruhan.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Djaka Badranaya menyampaikan perlu ada pemahaman bersama baik Pemkot dan para lurah tentang cakupan dan makna pemberdayaan masyarakat. Harus ada target dan sasaran yang jelas. Jangan sampai kegiatan berjalan, tapi tidak berimbas apa-apa kepada masyarakat. Secara menyeluruh.

“Saya khawatir orientasi dan pemahan pemberdayaan masyarakatnya terlalu sederhana. Perlu penguatan pemahaman masyarakat bagi pihak kelurahan. Kelurahan jadi ujung tombak pembangunan,  memiliki akses langsung pada masyarakat. Kuncinya harus diawali oleh pemetaan,  data dan informasi yang utuh tentang masalah masyarakat,” jelas Djaka.

Bebagai masalah yang ada di tengah masyarakat cukup komplek. Perlu ada pemetaan yang matang. Supaya programnya berjalan. Membuahkan hasil. Harus berpegangan dengan kajian. Sehingga, program yang diberikan tidak sama dengan program yang telah ada sebelumnya.

“Misalnya kemiskinan, wilayah kumuh, ekonomi mereka dan lain-lain, lalu pemetaan program yang sudah dilakukan oleh pusat, daerah-dinas terkait, jangan sampai tumpang tindih. Ini kunci dasar, kelurahan harus sadar kelompok sasaran, sadar jamaah, sadar kebutuhan rakyat lalu, soal pelibatan dan kolaborasi dengan berbagai elemen adapun soal model dan pendekatan dalam pemberdayaan. Jika belum siap, tidak punya dasar itu, dana kelurahan hanya buang uang tidak jelas dan Inefisiensi,” terangnya. (dra/din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!