Lurah Pilih Fokus Peningkatan SDM

Diterbitkan  Rabu, 12 / 06 / 2019 19:41 - Berita Ini Sudah :  385 Dilihat

 

CIPUTAT – Dana kelurahan mulai berjalan. Apa maslahatnya? Saat ini ditengarai belum merambah pada aspek pembangunan infrastruktur di tingkat lingkungan kelurahan. Dana kelurahan kali pertama digelontorkan pada 2019 tersebut fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

Hal ini misalnya dapat dilihat Kelurahan Cirendeu, Ciputat. Dijelaskan oleh Win Fadlianta selaku lurah. Dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu diperuntukan pada masalah pemberdayaan masyarakat. Seperti pembinaan Kamtibmas, Pembinaan Kader PKK, Jumantik dan berbagai peningkatan melalui pelatihan-pelatihan lain. Untuk di Kelurahan Cirendeu, telah berlangsung sejak sebelum Ramadan kemarin.

“Melalui dana kelurahan ini ada delapan kali kegiatan selama setahun ini untuk di Kelurahan Cirendeu. Kami sudah empat kali kegiatan. Jadi tinggal empat kali lagi hingga akhir tahun ini,” kata Win.

Demikian dipilihnya lantaran sesuai dengan aturan ketentuan. Lebih fokus pemberdayaan masyarakat. Belum menjamah pada aspek infastruktur. Dikarenkan peningkatan kemampuan masyarakat di lingkungan sama pentingnya. Tentu aspeknya mencakup luas bahwa dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki kemampuan mumpuni di berbagai bidang.¬† “Program kegiatan sudah ditentukan dan tidak masuk pada bidang infrastruktur,” ungkap Win.

Hadirnya dana kelurahan dapat dirasakan langsung  oleh masyarakat. Berharap melalui berbagai peningkatan sumber daya manusia akan tercipta sosial masyarakat yang baik secara kamampuan. Memiliki wawasan luas, skill pada berbagai bidang, lebih terbuka, dan siap bersaing dengan lingkungan perkotaan yang semakin tahun jumlah masyarakat terus bertambah.

Hal yang sama disampaikan oleh Lurah Serua, Ciputat, Cecep Iswadi. Ia menyampaikan, dana kelurahan sudah berjalan. Dipergunakan untuk pemberdayaan masyarakat beberapa bulan terakahir ini. Akan terus dilakukan. Hingga target kegiatan yang telah dicanangkan selesai.

“Kegiatan sudah berlangsung di kelurahan kami pada beberapa kegiatan langsung kepada mayarakat seperti pelatihan pengolahan sampah beberapa waktu lalu sebelum Ramadan,” katanya.

Sebelumnya Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebutkan, sebetulnya dana kelurahan Rp 377 juta per kelurahan sudah bisa diambil sejak April. Namun Pemkot Tangsel lebih dulu menggelar pelatihan administrasi terkait penggunaan dana kelurahan itu.

“Sebenarnya triwulan ke dua sudah bisa, Juni sudah bisa, cuma kan kita dahulukan pelatihan administrasinya. Juni sudah bisa diajukan, Juli sudah bisa dipakai,” kata Benyamin Davnie saat ditemui di sela kegiatan Halal Bihalal, Senin (10/6), di Kediaman Rumah Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dana kelurahan tersebut dari APBN. Sudah berpindah ke anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Dengan demikian, tinggal pelaksanaanya saja dan proses pencairan dalam setiap kegiatan di lapangan. “Sudah bisa dicairkan, sudah ada di APBD kita. Cuma nantilah ada proses, peruntukannya apa,” ujar pria yang suka humor ngelenong ini. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!