Operasi Yustisi Kependudukan Ditiadakan

Diterbitkan  Rabu, 12 / 06 / 2019 20:44 - Berita Ini Sudah :  132 Dilihat

SERPONG – Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) di Kota Tangsel sudah tidak lagi digelar di berbagai titik di jalan raya. Sebagai gantinya pemeriksaan serta pendataan dokumen administrasi kependudukan khusus bagi warga pendatang di perumahan.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Dedi Budiawan bahwa tahun ini tak ada lagi OYK seperti tahun-tahun sebelumnya yang digelar di ruas jalan raya di sejumlah titik di Tangsel. “Iya betul,” kata Dedi Budiawan.
Meski demikian ia belum bisa memastikan kapan program bina kependudukan menyisir rumah-rumah kontrakan, kos-kosan di tujuh wilayah kecamatan digelar. Perubahan sistem OYK yang biasa memeriksa warga pengguna jalan atas rekomendasi dari Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Pimpinan lembaga peradilan melarang para hakim menggelar sidang tindak pidana ringan atau tipiring di luar kantor resmi.
Demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Kependudukan, Diana Ermayanti. “Yustisi belum bisa diadakan karena surat dari PN Tangerang,” ungkapnya.
Dalam OYK yang ikut di dalamnya terdiri dari berbagai instansi. Disdukcapil Kota Tangsel juga turut menggandeng petugas gabungan dari institusi lainnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI/Polri, hakim, jaksa, imigrasi.
Kemudian juga diikutsertakan pejabat Penyidik PNS, personel Dalops Dinas Perhubungan dan aparatur wilayah tingkat kecamatan setempat. “Ada sekitar 50 orang,” lanjut Diana.
Berkaitan urbanisasi, tentu Pemkot Tangsel memiliki kebijakan bahwa ketentuan perpindahan penduduk merupakan hak setiap warga negara dan dalam prakteknya sudah di lakukan pengaturan teknis tentang perpindahan penduduk serta dilakukan juga pendataan bagi penduduk non permanen. Ini akan menjadi tolok ukur dalam menentukan kebijakan daerah terhadap dampak yang ditimbulkan akibat arus urban
Dorongan adanya urbanisasi ke Tangsel sangat berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian, infrastruktur, dan fasilitas pendukung di Tangsel cukup pesat, misalnya pengembangan kawasan niaga terpadu, cluster perumahan, perkantoran dan perumahan bertingkat.
Tentu dengan meningkatnya arus urban, maka sinergitas antara Pemkot dan peran swasta dalam pengembangan serta pemenuhan fasilitas layanan publik perlu ditingkatkan, seluruh stakeholder harus bergerak maju dan beriringan langkah untuk mewujudkan hal tersebut. Jangan ada satupun upaya dari elemen masyarakat yang ingin menghambat pemenuhan layanan atau fasilitas publik yang ada.
Kendati demikian urbanisasi pertumbuhan pendudukan setiap tahun pasca lebaran tidak terlalu melonjak tajam karena dapat diukur. Adapun untuk program OYK yang selama ini sudah beberapa tahun telah dilaksanakan sudah memberi dampak positif teramsuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan. Dari hasil koordinasi dengan PN Tangerang sejak tahun 2018 maka dilaksanakan lagi OYK, sebagai pengganti dilakukan pendataan penduduk non permanen. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!