Disnaker Terima Tiga Pengaduan


Ada Karyawan tak Dapat THR

Diterbitkan  Kamis, 13 / 06 / 2019 19:56 - Berita Ini Sudah :  212 Dilihat

 

SERPONG UTARA – Ironis. Di Kota Tangerang Selatan, ada perusahaan tak beri Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2019 ke karyawan. Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel menerima tiga pengaduan terkait tersebut.Meski angka ini menurun. Dibanding tahun sebelumnya mencapai 15 aduan.

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Yantie Sari mengungkapkan, pengaduan THR melalui Posko dibuka setiap tahun. Setiap jelang lebaran. Pihaknya tahun ini menerima tiga pengaduan. Mereka tidak diberikan THR tepat waktu oleh perusahaan tempat bekerja. Atas kondisi yang dialami itu, maka mereka akhirnya dilaporkan kepada Pokso. Tim Posko pengaduan THR menerima pengaduan langsung gerak cepat.

“Tahun ini ada tiga aduan yaitu, satu  orang THR nya telah dibayarkan pada Senin kemarin. Sedangkan yang kedua, bersangkutan masih dalam masa skorsing dan yang ketiga tengah dalam proses.  Bagi yang terkena skorsing, pihak perusahaan hanya memberikan satu kali gaji,” katanya.

Problem yang didapat. Meski dengan istilah soal keterlambatan penyaluran gaji. Hal ini tetap karyawan memperoleh THR. Tapi yang terpenting ada informasi diperoleh bagi para pekerja. Ini penting supaya persoalannya tidak merembet atau keluar dari lingkungan kerja.

“Yang terpenting adalah ada keterbukaan. Ada komunikasi antara perusahaan dan karyawan. Karena perusahaan memiliki problem tersendiri entah persoalan keuntungan dan lain sebagainya. Namun demikian karyawan harus mendapatkan haknya,” ujarnya.

Besaran THR sudah ada aturanya, yaitu satu kali gaji. Adapun bagi yang belum bekerja setahun, juga ada rumusnya atau istilah pro rata. Sesuai dengan lama bekerja. Aturan ini berlaku di seluruh perusahaan. Dalam kasus ini, disampaikan Yantie, perusahaan-perusahaan sekala menengah, bukan perusahaan raksasa.

Wanita yang memiliki kemahiran sebagai dokter gigi ini, mengakui, tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Buktinya jumlah pengaduan menurun drastis. Apabila dibanding tahu-tahun sebelumnya yang mencapai 15 pengaduan. Ini cukup banyak.

“Dari 15 pengaduan THR. Semuanya dapat diselesaikan dengan baik. Berkat tim yang langsung menangani kedua belah pihak baik perusahaan dan karyawan. Tahun ini relatif sedikitnya. Itu artinya bahwa tanggung jawab perusahaan di Tangsel sudah cukup baik,” terangnya.

Menurutnya aduan THR mengindikasikan bahwa perusahaan di Tangsel sudah sadar kewajiban memberikan hak kepada karyawan. Tentu dengan minimnya laporan dapat dikorelasikan dengan kinerja tim di bawah Disperindag melalui berbagai sosialisasi, mengingatkan, memberi tahukan dan lain-lain. Tujuannya agar tidak timbul aduan dalam jumlah banyak.

“Penginnya tidak ada aduan. Tapi namanya persoalan di dunia kerja ada saja. Kalau bukan berkaitan soal keuangan. Bisa saja masalah berkaitan dengan pekerjanya dan lain-lain. Tapi semua itu berjalan dengan baik, perusahaan telah mematuhi surat edaran yang dikeluarkan oleh kami,” tuturnya.

Tugas pemerintah adalah membuat regulasi, menerapkan dan melakukan pengawasan. Tujuannya untuk masyarakat juga. Agar jangan sampai dirugikan. Tentu hal ini dapat menjaga iklim dunia kerja. Hubungan antara karyawan perusahaan dan pemerintah harus sinergis. Harapannya ketika ada problem, ada jalan keluarnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!