DPC BPPKB Mengadakan Halal Bihalal

Diterbitkan  Jumat, 14 / 06 / 2019 19:53 - Berita Ini Sudah :  130 Dilihat

SETU-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Kota Tangsel menyelenggarakan Halal Bi Halal. Dihadiri 300 orang. Berlangsung Kamis (13/6). Acara di Makam Raden Papak Tekno, Setu Tangsel.

Ketua DPC BPPKB Kota Tangsel, Hamim Ghozali menyampaikan maksud kegiatan. Di antaranya dalam upaya merawat tali silaturahmi antar sesama. Apalagi, usai lebaran. Saling salam-salaman. Halal Bi Halal setelah menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Paripurnanya, dilakukan memohon maaf sesama manusia, saudara, kerabat, teman dan lain-lain. Sedangkan harapannya, tentu setelah menggelar Halal Bihalal tetap terjaga keharmonisan antar sesama di tengah masyarakat.

“Dalam halal bihalal ini diharap untuk menjaga kondusifitas lingkungan hidup khususnya Tangsel, bagaimana apalagi setelah itu Pilpres,” pesannya.

Pentingnya menjaga kebersamaan di Tangsel, adalah tugas bersama. Semua memiliki tanggung jawab agar tetap damai, aman dan masyarakat dapat beraktifitas. Tidak ada hambatan. Pasca Pilpres harus tetap kondusif. Pesta demokrasi lima tahunan menjadi siklus yang terus berulang. Maka harus disikapi secara sukacita.

“Kita harus kembali mempererat  persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dan jangan terpecah belah,” terangnya.

Demikian disampaikan Sekretaris DPC BPPKB Kota Tangsel Puji Iman Jarkasih. Ia menambahkan, tugas yang diimban menjadi keharusan bagaimana dapat berkontribusi agar Tangsel dalam kondisi aman. Nuansa Idul Fitri menjadi titik balik kesadaran sosial dan pribadi. Bagaimana kembali ke yang fitri? Harus selalu melakukan evaluasi hingga bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

“BPPKB Kota Tangsel harus mampu membuat menjaga harmonisasi komponen Masyarakat Indonesia yang belakangan ini terkesan dijadikan komoditi objek kepentingan pribadi Politik,” imbuhnya.

Alasan mengapa menggelar Halal Bihalal di sekitaran makam, seperti biasanya anggota dan pengurus BPPKB selalu mengirim doa atau tawasulan. Tawasulan menjadi kegiatan rutinitas. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!