NasDem Ikutan Curiga KPU Buka Kotak Suara

Diterbitkan  Senin, 24 / 06 / 2019 19:50 - Berita Ini Sudah :  208 Dilihat

SERPONG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Tangsel ikut mempersoalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel. Beberapa waktu lalu KPU membuka kotak suara. Itu untuk kepentingan pembuktian di Mahkamah Konstitusi (MK) nanti.

NasDem menilai pembukaan kotak tanpa mengundang perwakilan dari partai politik tersebut, sama saja tidak menghargai proses hukum. Padahal kini hanya tinggal menunggu waktu sidang di MK.

Diketahui, DPD Partai NasDem menggugat KPU Kota Tangsel sebagai termohon di MK, dan DPD PKS Kota Tangsel menjadi pihak terkait dalam gugatan Partai NasDem. Partai NasDem merasa dirugikan dari hasil pleno tingkat kecamatan beberapa waktu lalu.

Mengenai pembukaan kotak form C1 hologram yang dilakukan oleh KPU Kota Tangsel, meski pembukaan kotak tersebut telah mendapatkan surat edaran resmi oleh KPU RI, dan disaksikan oleh Bawaslu serta kepolisian, tetap dinilainya kurang etis oleh Partai NasDem.

“Kalau ingin marwah penyelenggara ini tetap terjaga, seharusnya dia melakukan sesuatu itu dengan adil. Kemarin itu menurut kami sangat tidak adil, karena C1 yang tengah menjadi sengketa justru bisa dibuka begitu saja oleh KPU sebagai pihak termohon dalam persidangan nanti di MK,” ujar Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Tangsel Ady Suhardyaksha, kemarin.

Ady mengatakan, semestinya KPU juga mengundang partai politik yang menjadi pemohon dan pihak terkait. Agar proses pembukaan kotak suara itu tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kalau seperti ini kan kami bisa saja menimbulkan kecurigaan terhadap KPU, karena mereka membuka kota tanpa disaksikan partai politik peserta pemilu. Terutama partai yang tengah bersengketa di MK,” tuturnya.

Bahkan Ady dengan tegas mengatakan, KPU harus segera memberikan pernyataan resmi terhadap partai politik terkait pembukaan kotak C1 tersebut. “Sampai sekarang kami belum terima pernyataan resmi dari KPU. Jadi kami minta agar segera ada pernyataan resminya,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro mengatakan terkait pembukaan kotak suara C1 hologram, memang terkait sengketa di MK. Ini untuk alat bukti persidangan.

Bambang juga mengatakan bahwa bahwa pembukaan kotak C1 hologram itu juga telah diatur dalam Undang-undang Pemilu. Kotak tersebut dapat dibuka ketika ada permohonan di MK sebagai bukti otentik.

“Pembukaan kotak ini untuk persiapan yang harus dilakukan terkait adanya permohonan di MK oleh beberapa partai politik. Dan pembukaan kotak ini dilakukan di beberapa TPS yang menjadi sengketa di permohonan tersebut, dan dalam aturannya memang diperbolehkan ketika sudah ada permohonan di MK. Tadi juga sudah disaksikan oleh Bawaslu dan juga pihak kepolisian,” pungkasnya. (dra)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!