Hari Pertama Diperkirakan Lima Ribu Pendaftar


PPDB SMP Mulai Hari Ini

Diterbitkan  Senin, 24 / 06 / 2019 19:51 - Berita Ini Sudah :  203 Dilihat

PAMULANG – Hari ini. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN Tangsel dibuka. Diprediksi hari ini pendaftar yang membawa berkas ke semua SMPN Tangsel mencapai 5 ribu orang. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dilakukan untuk persiapan pendaftaran awal PPDB.

Bang Ben, sapaan karibnya, ingin memastikan. Persiapan pelayanan PPDB berjalan baik. Juga mengantisipasi permasalahan saat pendaftaran. Sidak dilakukan Bang Ben di SMPN 4 Tangsel, Pamulang, pukul 15.00 WIB.

Ia tiba di SMPN 4 disambut Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dindikbud) Taryono dan Kepala SMPN 4 Tangsel Rita Juwita beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Ben melihat loket pendafataran yang telah disiapkan panitia sekolah. Sebanyak 10 loket. “Ini loket untuk apa? “Tanya Bang Ben. “Untuk pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sekaligus verifikasi berkas,” jawab Rita Juwita.

Loket tersebut akan membantu orangtua siswa. Untuk membantu dan mempermudah pendaftaran. Sebelum mendaftarkan anaknya di sekolah pilihannya, dilakukan pengecekan berkas serta input data. Apabila tak ada masalah, sistem akan memverifikasinya. Setelah itu, barulah mendaftarkan diri sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018/2019 tentang PPDB.

Bang Ben berharap pelaksanaan PPDB bisa berjalan dengan lancar. Untuk itu, dirinya datang untuk melihat kesiapannya. Baik server maupun sistem jaringan online yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika. ”Saya lihat semuanya sudah siap, tinggal pelaksanaan nantinya diharapkan orangtua bisa mengikuti prosedur dan bersabar saat mengantri,” jelasnya.

”Diperkirakan untuk satu orang pendaftar akan menghabiskan waktu setidaknya 3-5 menit,” imbuh mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini.

Ia bergarap tidak ada gejolak lantaran kapasitas kursi sekolah negeri. Seperti SMPN 4 Tangsel, daya tampung hanya 288. Sedangkan pendaftaran mencapai 1700. ”Kita harapkan bisa mengerti akan keterbatasan tempat yang dimiliki sekolah negeri,” tandasnya

Kepala Dindikbud Taryono menyebutkan, sebelum pendaftaran, dibuka pra pendaftaran tanggal 24-27 Juni. Sedangkan, pendaftaran tanggal 26-27 Juni. ”Kita membuat pra pendaftaran, tujuannya untuk memberikan walimurid perbaikan  maupun melengkapi kekurangan berkasnya supaya bisa terverifikasi,” tuturnya

Untuk penerimaan, sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 yakni zonasi. Namun, untuk Tangsel. Penerapan zonasi dibagi dua yakni jarak dan nilai akademik dalam satu zona. ”Penerapan tersebut sebagai landasan prinsip berkeadilan. Soalnya penyebaran sekolah tak merata. Ada satu kecamatan memiliki lima sekolah tapi ada juga yang hanya satu sekolah,” terangnya.

Dalam tahap penyerahan berkas, berkas-berkas yang harus dibawa seperti Kartu Keluarga (KK), nilai, KTP Orangtua dan lain-lain.

“Kendati dibuka selama empat hari dari pukul 08-15.00 WIB, masyarakat dulu-duluan pada hari pertama dan kami memprediksi akan membludag mencapai lima ribu,” kata Taryono.

Pada tahun lalu, total pendaftar di Tangsel mencapai 11 ribu. Sedangkan server buatan Diskominfo Tangsel mampu menampung 23 ribu lebih pendaftar dan dapat dipastikan akan lebih baik lagi dari sebelumnya. Jaminan itu disampaikan oleh Diskominfo Tangsel kepada Dindibud setelah melalui ujicoba sebelumnya. Tentu upaya dan berbagai hal telah dilakukan mengantisipasi potensi troubel seperti yang dulu.

“Menyampaikan bahwa server PPDB mampu mencapai lebih dari 23 ribu. Server yang menangani langsung oleh Dinas Informasi dan Informatika (Diskominfo). Mudah-mudahan tidak ada masalah dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” kata Taryono.

Lebih lanjut dijebarkan setelah verifikasi berkas. NIK digunakan untuk anaknya diinput dalam sistem. Nomor peserta USBN diinput nanti keluar nama, asal sekolah dan muncul daftar nilai. Datanya sesuai tidak. Jika tidak, maka NIK bermasalah belum terupdate. “Maka saya katakan tidak perlu legalisir KK karena nanti akan terupdate,” jelasnya.

Adapun untuk pendaftaran online (26-27/6), yang terpenting untuk memferivikasi jarak rumah dengan sekolah untuk zona jarak. Tes berdasarkan jarak. Untuk perpindahan orangtua pada saat yang sama. (3-5/7) pendataran zonasi selain jarak, yaitu  prestasi akademik, orang tidak mampu dan lain-lain sebagainya.

Ada perbedaan, tahun ini dengan yang lain. Tahun ini sistemnya tidak lagi websitenya ada di masing-masing sekolah. Kalau dulu satu di Dindikbud. Contohnya jika ada siswa daftar ke zona jarak kalah, maka harus mengadu dengan Nilai Ebtanas Murni (NEM). Ternyata dengan NEM juga berat, maka harus mencari sekolah yang lain. (din/irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!