SPAM PT PITS Masih Urus-Urus IMB

Diterbitkan  Senin, 24 / 06 / 2019 19:51 - Berita Ini Sudah :  175 Dilihat

 

PAMULANG – Pihak kontraktor pembangunan instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) masih urus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Berlokasi di Jalan Raya Parakan, Kecamatan Pamulang. Dengan demikian, pihaknya menepis tak mengantongi IMB.

Diketahui, belakangan ini sedang ramai mempertanyakan IMB. Khususnya setelah ada sidak dari Wakil Ketua I DPRD Tangsel Tubagus Bayu Murdani pada Senin (17/6). Sidak ini tentu bagian dari tugas anggota dewan dalam rangka kontroling dan pengawasan.

“Saat ini kami berproses terhadap IMB dan sambil menunggu proses IMB ini kami melakukan pekerjaan yang ringan atau pekerjaan pembersihan seperti land clearing termasuk membuat kantor kerja sementara yang akan kita pergunakan sebagai tempat rapat. Tempat berkumpul untuk mematangkan perencanaan yang ada,” kata Projek Manajer dari pihak kontraktor, Wahyu Darmawan.

Tentu bukan berarti tidak ada IMB lantas menghilangkan aktivitas, sambungnya. Di lokasi perlu dilakukan persiapan-persiapan lainnya supaya ketika IMB keluar akan langsung melakukan pekerjaan fisik. Dalam pengurusan IMB, membutuhkan waktu. “Terkait pekerjaan di lapangan belum ada pekerjaan fisik dan alat berat pun tidak ada. Target IMB 14 hari kerja harus mulai memasukan berkas-berkas persyaratan,” ungkapnya.

IMB sebagai prasyarat dalam mendirikan bangunan. Tidak mungkin pembangunan sekala besar seperti ini tidak ada IMB. Tapi dimohon bersabar, karena masih dalam proses pengurusan IMB di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagaimana sudah diatur dalam ketentuan.

“IMB memang harus ada. Meskipun ini berkaitan dengan pemerintah daerah tapi IMB harus dilengkapi sebagai persyaratan resmi. Pembangunan ini melalui jalur yang sesuai,” tuturnya.

Termasuk juga dengan izin lingkungan sudah keluar sebagai persyaratan dalam pengajuan IMB. Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), semuanya sudah diserahkan. Dengan harapan, proses IMB tak lama. Sesuai hari kerja pengurusan selesai.

Saat ini jumlah staf kegiatan perencanaan 15 orang. Namun hanya 4 orang yang berkantor di Jalan Raya Parakan. Setelah IMB keluar, tahap awal akan melakukan galian. Pengecoran, menyusul. Seperti pondasi dan atap serta strukturnya dan lain-lain.

“Karena ini di bawah 200 sesuai dengan kapasitas Surat Izin Penbambilan Air (SIPA), maka UKL-UPL sudah ada sudah jadi dan diluncurkan untuk kelengkapan IMB yang dikeluarkan DPTSP termasuk ijin lingkungan sebagai persyaratan IMB. Masyarakat sudah mengetahui karena sudah sosialisasi,” bebernya lagi.

Guna mengakomodir tenaga sekitar, pihak perusahaan memperkerjakan kurang lebih 30 persen SDM dari warga sekitar. Di antaranya security dan lain-lain.

Dia berharap tidak ada hambatan. Awal tahun sudah beroperasi. Mengaliri tiga wilayah Kecamatan Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur.

“Kapasitas 200 liter per detik untuk capaian 33 ribu pelanggan untuk tiga kecamatan. Dengan harapan akhir tahun ini selesai di luas lahan 5400 meter persegi. Proyek ini atas kerjasama antara PT PITS dengan PT. Tirta Tangsel Mandiri  (TTM) dengan konsep skema Business to Business (B to B) tanpa melibatkan APBD murni,” ungkapnya.

Pengembalian investasi oleh PT. PITS dilakukan secara diangsur selama 20 tahun untuk mengembalian tanah. Dan 30 tahun untuk pengembalian invetasi bendung, intake, jaringan distribusi utama dan jaringan retrikulasi. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!