Polres Tangsel Sebar Sketsa, Tunangan Cemburu Dibandingkan Mantan


Mayat Perempuan Ditemukan Terikat

Diterbitkan  Selasa, 25 / 06 / 2019 19:37 - Berita Ini Sudah :  260 Dilihat

 

RILIS KASUS PEMBUNUHAN: Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Iriawan didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho memperlihatkan barang bukti beserta tersangka dalam rilis kasus pembunuhan, di Mapolres Tangerang Selatan, BSD, Senin (24/6). Motif pembunuhan yang merupakan tunangan korban tersebut merasa sakit hati dan sering cek cok dengan korban terkait keberadaan mantan pacar.

SERPONG – Belum lama ini. Warga Kampung Babat RT 01/01 Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang gempar. Tepatnya, Jumat (21/6) lalu. Ditemukan mayat perempuan muda. Kondisinya, tangan, kaki dan leher terikat tali rafia.

Warga yang menemukan mayat perempuan itu pun langsung melaporkan kejadian ke Polsek Legok. Mendapat laporan dari warga, Unit Reskrim Polsek Legok bersama Sat Reskrim Polres Tangsel melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tidak ada identitas diri pada tubuh korban. Akhirnya polisi membuatkan sketsa wajah korban. Disebarkanlah foto sketsa tersebut ke warga di wilayah hukum Polres Tangsel. Akhirnya, ada pihak dari keluarga mengaku kehilangan anaknya. Juga, membenarkan bahwa sketsa wajah tersebut merupakan anggota keluarga mereka.

Dari keterangan keluarga itulah, identitas korban diketahui. Korban, FSL (17). Tewas dibunuh dengan cara dicekik.

Setelah mengantongi identitas korban, Satreskrim Polres Tangsel melakukan penyidikan dan penyelidikan. Tidak butuh waktu lama, akhirnya JR (19) ditetapkan sebagai tersangka. JR tersangka pembuunhan terhadap korban. Siapa JR? Disebutkan, merupakan tunangan dari korban.

“Awalnya tersangka ini sempat berkelit ketika kita mintai keterangan mengenai kasus pembunhan ini. Hingga akhirnya dengan beberapa pembuktian seperti adanya luka bekas cakaran di tangan tersangka dan sangat cocok dengan kuku korban, akhirnya tersangka pun mengakui perbuatannya tersebut,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di hawadapan awak media, Senin (24/6).

Ferdy pun menjelaskan, kronologis serta motif pembunuhan tersebut. Dia mengatakan, tersangka membunuh korban lantaran sebelumnya sempat cekcok dengan korban. Korban dianggap sering membanding-bandingkan tersangka dengan mantannya.

“Jadi pada Jumat itu juga, tersangka mengajak korban pergi jalan ke luar dengan mengendarai mobil milik ayah tersangka. Dalam perjalanan itu korban dan tersangka cekcok, lantaran korban kerap membanding-bandingkan tersangka ini dengan mantan si korban. Tersangka yang emosi karena cemburu, karena status mereka itu sudah bertunangan, akhirnya korban pun dicekik oleh tersangka hingga akhirnya korban meninggal,” ujar perwira yang sebelumnya menjabat Kasubdit Tipikor Polda Metro Jaya ini.

Lalu, sekitar pukul 00.00 WIB, tersangka membuang mayat korban ke lokasi tempat yang sangat sepi. Kemudian, pergi meninggalkan korban di lokasi tersebut.

“Sebelum membuang korban, tersangka sempat ke warung untuk membeli tali untuk mengikat tangan dan kaki korban. Tujuannya itu agar nanti ketika korban sadar tidak bisa berontak, namun setelah menunggu lama korban tidak juga bergerak, akhirnya tersangka menilai korban telah meninggal dan membuang mayatnya di tempat yang sepi,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP. “Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam Hukuman maksimal seumur hidup,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!