Ketua MUI KH Saidih Terpilih Kembali

Diterbitkan  Rabu, 26 / 06 / 2019 18:52 - Berita Ini Sudah :  200 Dilihat

PAMULANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan, KH Saidih terpilih kembali. Untuk periode 2019-2024. Terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) III MUI Kota Tangsel, Selasa (25/6). Berlangsung di Wisma I Universitas Terbuka (UT), Pamulang. Musda berlangsung pagi hingga sore hari. Dihadiri 100 pemilik hak suara.

Musda III tersebut digelar untuk memilih kepengurusan baru periode 2019-2024. Dibuka secara langsung oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, Ketua MUI Provinsi Banten, Am Romli dan Sekjen MUI Pusat, Anwar Abbas menjadi nara sumber dalam Musda.

KH Saidih terpilih melalui tim formatur sebanyak 12 orang. Terdiri dari 2 orang pengurus MUI Tangsel domisioner. 4 orang Ketua MUI Kecamatan. 2 orang ketua Ormas. 2 orang tokoh masyarakat dan 1 orang pengurus MUI Banten dan 1 orang Dewan Penasehat MUI Tangsel. KH Saidih didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Ustad Abdul Rojak.

Dalam tata tertib, pemilihan Ketua MUI ada tiga mekanisme. Pertama, formatur. Pemilihan secara langsung dan aklamasi. Pada saat sidang pleno, membahas soal ini sempat alot. Namun akhirnya disepakati melalui tim formatur sesuai dengan mekanisme pemilihan sebelumnya.

Jelang sidang pleno KH Saidih yang saat itu sudah domisioner ditanya tentang kesiapan dirinya maju kembali. KH Saidih menjawab sebetulnya dirinya sudah cukup sepuh. Oleh sebab itu, sepenuhnya diserahkan kepada seluruh anggota MUI Tangsel. Jika memang masih dipilih atau dibutuhkan, tentunya ulama yang tinggal di Pamulang Barat ini tetap akan menjalankan amanah yang ditugaskan pada dirinya.

“Saya sebenarnya merasa tua. Tapi terserah kawan-kawan saja kalau masih dibutuhkan ya Bismillah saja. Jika dikatakan sehat, ya sehat. Pokoknya tinggal kawan-kawan saja,” ucapnya.

Ketika itu, ulama yang humoris ini tidak menjadi persoalan apabila pada sidang pleno muncul calon lain. Meski sudah dua kali menjabat, masih didorong untuk kembali menjabat lagi.

“Jika ada calon baru tidak jadi masalah. Namun hingga saat ini, sementara menurut kawan-kawan belum ketemu. Meskipun saya dua kali menjabat dan bisa ketiga kalinya boleh selama ada rekomendasi dari pemerintah daerah,” ia menyampaikan saat itu.

Satu hal yang menjadi perhatian pada periode ke depan adalah tentang hubungan antara ulama dan pemerintah. Dua elemen penting ini mejadi satu kesatuan dalam menjaga dan membimbing masyarakat Tangsel. Di samping itu, butuh keseriusan dalam pengelolaan zakat dan masjid.

“Selama dua periode tidak ada masalah. Namun pekerjaan ke depan tetap menjaga keseimbangan dengan umaro, serta bagaimana memakmurkan masjid dan zakat. Adapun terkait soal perbedaan pahal di Tangsel tidak jadi masalah asal saling pengertian saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Musda III ini mengusung tema “Meneguhkan Moderasi Islam Menyongsong Kebangkitan Umat di Era Modern, dengan MUSDA III MUI Kota Tangsel Kita Wujudkan Revitalisasi Kelembagaan MUI Kota Tangsel yang Modern dan Memberdayakan”.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak sebelum sidang pleno menyampaikan jika ditunjuk oleh Ketua dirinya mengaku siap saja. Soal jabatan hingga ketiga periode dibolehkan asal ada surat pengajuan dari masyarakat ke MUI Banten dan sudah diajukan dari tokoh masyarakat dan ormas. “Itu tidak ada masalah, dan pelaksanaan Musda ini semuanya lengkap,” katanya.

Selaku Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Rojak menjelaskan, tantangan MUI ke depan bagaimana menjaga munculnya paham aliran yang sangat dinamis di kota Tangsel. Tantangan lain, mempersatukan umat Islam yang terkotak-kotak karena perbedaan politik dan paham.

Setidaknya, MUI menjadi penyejuk dan perekat. Jangan sampai umat Islam lemah.  “Menjadi ketua MUI bukan saja soal kapasiti keilmuan, tapi juga faktor ketokohan. Kyai Saidih tokoh yang sangat sejuk, membangun relasi hubungan bagus dengan pemerintah dan dengan ormas-ormas sangat diterima. Bahkan dengan non muslim sangat diterima,” tuturnya.

Pekerjaan dihadapi ke depan MUI juga berkaitan dengan gedung MUI yang belum dibangun. Ini dibutuhkan komunikasi. Fasilitas gedung dibutuhkan untuk keberlangsungan MUI dalam pengkaderan dan kegiatan-kegiatan lain. Adapun Ketua Panitia, Musda III, Syarif Hidayat. (din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!