Dindikbud: Masalah Terbanyak Tidak Bisa Cetak Google Maps


Orangtua Murid Datangi Posko Pengaduan PPDB Online

Diterbitkan  Rabu, 26 / 06 / 2019 21:11 - Berita Ini Sudah :  251 Dilihat

TINJAU. Kepala Dinas Kependudukan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono meninjau Posko Pengaduan PPDB online.

SERPONG – Pendaftaran di hari pertama PPDB online tingkat SMP, banyak orangtua siswa atau wali murid, mengeluhkan tidak bisa melakukan pencetakan jarak dari rumah ke sekolah serta Nomor Induk Kependudukan (NIK). Keluhan disampaikan orangtua murid ke Posko Pengaduan PPDB online di SMPN 11 Tangsel di Serpong, Rabu (26/6).

Salah satu orangtua murid, Okta mengatakan, kesulitan tak bisa mencetak jarak sekolah dengan rumah melalui google maps. ”Tadi, saat daftar ke SMPN 4 Tangsel, tak bisa tercetak. Panitia mengarahkan ke posko pengaduan di sini. Soalnya, rumah saya tak terbaca di maps sehingga tak bisa ditarik garis jaraknya,” singkat warga Reni Jaya, Kecamatan Pamulang tersebut.

Diketahui, tahun ini lulusan siswa SD sekitar 23 ribu. Sementara,jumlah SMP Negeri yang ada hanya 22 sekolah. Dan, daya tampungnya hanya 7.000 siswa. Jumlah SMP Negeri itu tidak merata tersebar di tujuh kecamatan. Jumlah tersebut hanya sekitar 30 persen dari jumlah lulusan SD di Kota Tangsel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono menjelaskan, pihaknya sudah membuat kebijakan sistem PPDB melalui enam jalur. Persentase terbesar sebanyak 45 persen adalah jalur prestasi dalam zonasi, 30 persen jalur zonasi, 10 persen anak tidak mampu, 5 persen dalam zona dan 10 persen di luar zonasi.

Taryono un turun langsung memantau Posko Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) di SMPN 11 Tangsel, Kecamatan Serpong.”Saya datang ke posko untuk melihat langsung pelayanan dan keluhan walimurid,”katanya

Taryono menjelaskan para orangtua siswa yang datang ke Posko Pengaduan persoalannya yakni tak bisa mencetak google maps, Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum terupdate menyebabkan tak bisa masuk mendaftar. ”Kami berupaya untuk kendala yang dihadapi orangtua siswa langsung bisa diselesaikan dengan cepat,” jelasnya

Makanya, lanjutnya, selain petugas dari Dindikbud, ada dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Pihaknya akan membuka posko pengaduan sampai hari ini (27/6), sejauh ini walimurid yang datang mengeluh baru mencapai sekitar 20 orang. ”Tiga petugas dari dinas tersebut stand by sebagai bentuk upaya pelayanan. Kami ingin walimurid yang datang ke posko pengaduan masalahnya tuntas,” katanya.

Jadi, soal pencetakan jarak rumah yang tak bisa dilakukan di sekolah, selesai disini. Kemudian, NIK yang belum terupdate, bisa mendapatkan solusi.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!