Benyamin Pesan UKM Perlu Manfaatkan Peluang

Diterbitkan  Kamis, 27 / 06 / 2019 21:35 - Berita Ini Sudah :  250 Dilihat

Download (TIFF, 1.19MB)

CIPUTAT – Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie meminta kepada pelaku UKM Tangsel dapat memanfaatkan peluang yang ada. Sejak awal secara garis besar Pemkot Tangsel membuat konsep sebagai kota hunian dan perdagangan serta jasa ditunjang dengan peluang hadirnya berbagai fasilitas seperti akses jalan dan lain-lain.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini memiliki gagasan ke depan dengan hadirnya askes tol dan dekatnya dengan Bandara Soekarno Hatta, di Kota Tangerang nantinya akan menghadirkan travel yang dapat menarik para wisatawan datang ke Tangsel. Tujuannya supaya bisa mencari oleh-oleh atau kebutuhan lainnya.

“Setelah ada akses jalan menuju bandara, yang mana Tangsel cukup dekat, ke depan saya ingin ada travel yang bisa membawa wisatawan saat tiba di bandara ke Tangsel lebih dahulu. Mereka diajak ke Tangsel membeli kebutuhan, oleh-oleh atau lain-lain. Ini ke depannya,” katanya.

Tentu untuk mencapai pada gagasan itu, perlu mempersiapkan diri lebih dahulu. Persiapan yang harus dilakukan pertama soal kualitas produk UKM Tangsel. Di tambah lagi fasilitas yang memadai. Seiring dengan fasilitas, Pemkot Tangsel tengah progres gedung berlantai 10 yang ada  di bilangan BSD di mana tampatnya sangat strategis.

“Perlu mempersiapkan diri lebih matang fasilitas pendungnya dan lain-lain. Saat ini kami tengah membangun gedung inovasi sepuluh lantai dan nanti tempat ini mejadi sentra UKM mulai dari display berbagai produk sampai pelatihan dan pengembangan,” tambah Benyamin.

Pendukung lain, Tangsel dilintasi tiga tol, Jakarta BSD, Serpong-Cinere dan BSD-Balaraja. Tentu kota yang hanya tujuh kecamatan dilintasi akses yang sangat stategis. Ini peluang yang harus mulai ditangkap oleh UKM Tangsel mau seperti apa ke depan. Sebab seiring dengan akses kemudahan jalan di tambah dengan akses internet, persaingan semakin tinggi.

“Namun ada pergeseran persaingan antara dulu dengan sekarang. Kalau dulu persainganya dengan para pedagang tapi saat ini persainganya dengan diri sendiri. Mengapa karena setiap saat harus mencari ide-ide baru agar produknya diminati oleh para pembeli yang tidak dapat terjangkau di mana saja. Jadi harus tetap memberikan gagasan baru,”jelas ia.

Tangsel akan menjadi daerah perlintasan, dari Merak-Jakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa. Jadi persoalan apakah daerah perlintasan ini dapat kebagian uang dari para pelintas. Jawabanya apabila memang layak untuk disinggahi. Maka pelaku UKM harus berlomba menarik para pelintas dari berbagai kota, supaya mereka mau singgah di Tangsel.

“Sehingga kemudian selalu berkambang hotel, perumaha n kuliner dan lain-lain. Karena pelaku usaha telah membacanya. Bagi pelaku UKM juga harus demikian meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya supaya layak menjadi oleh-oleh dan dikunjungi setiap saat,” pesannya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Dahlia Nadeak menyampaikan untuk mempersiapkan ke depan, para UKM telah didorong untuk mempersiapkan diri dari berbagai aspek. Baik peningkatan kualitas mulai dari mutu produknya, kemasanya, label Halal dan lain-lain. “Teramasuk menjajaki dengan marketplace agar dapat bersiang dengan produk-produk lain secara luas,” jelasnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!