Ben Ajak Masyarakat Budayakan Gotong Royong

Diterbitkan  Jumat, 28 / 06 / 2019 20:44 - Berita Ini Sudah :  218 Dilihat

SETU – Dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, budaya gotong royong dan tenggang rasa semakin memudar. Hal itu dipengaruhi karakter manusianya yang cenderung individualistik.

Demikian Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie saat menghadiri Bulan Bakti Gotong Royong XVI dilaksanakan di SD Keranggan Kecamatan Setu, Jumat (28/6).

“Ditengah kondisi individualistik yang menerjang masyarakat dunia saat ini, nyaris kita melupakan budaya kerja bersama atau biasa dikenal dengan gotong royong bagi masyarakat Indonesia. Budaya tenggang rasa yang semakin memudar juga membuat keprihatinan kita semua,” katanya.

Menurut Ben – sapaan akrabnya – masyarakat bisa mengembalikan budaya gotong royong secara bersama-sama. Tujuannya, budaya gotong royong yang dulu menjadi kebangaan masyarakat itu, tentu saja untuk menjaga lingkungan.

Budaya gotong royong ini diakui Ben, bukan program pemerintah namun merupakan warisan dari para leluhur dari nenek moyang dulu, sehingga kegiatan ini menjadi penting dan harus dilestarikan.

“Meski ini hanya warisan leluhur nenek moyang, namun budaya gotong royong sudah menjadi sendi-sendi dan nilai-nilai kehidupan masyarakat kita, jangan sampai hilang,” paparnya.

Benyamin menjelaskan penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam kegotongroyongan,sebetulnya sudah ada juga dalam program Walikota Tangsel (Airin Rachmi Diany, red) dan dirinya sebagai wakilnya.

“Program budaya gotong ini tentu saja akan terus kita dilanjutkan pada pembangunan Tangsel mendatang, karena ini bisa memupuk rasa kebersamaan antar warga,” papar Ben lagi.

Dari pantauan di lokasi Ben memberikan peralatan untuk gotong royong berupaya cangkul, skop dan sapu lidi. Alat-alat itu diharapkan bisa digunakan untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!