Dindikbud Periksa Ulang Guru Honorer yang Dipecat

Diterbitkan  Jumat, 28 / 06 / 2019 20:44 - Berita Ini Sudah :  334 Dilihat

 

CIPUTAT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan bakal menggelar pemeriksaan ulang. Ini terkait pemutusan hubungan kerja atau pemecatan seorang guru honorer. Di SDN Pondok Pucung 02, Pondok Aren. Namanya, Rumini (44). Pemecatan ditengarai adanya tuduhan pungli di sekolah tersebut.

Kepala Dindikbud  Kota Tangsel, Taryono menjelaskan, persoalan mencuat ke permukaan. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang dengan melibatkan Inspektorat. Pemeriksaan ulang dilaksanakan pada Senin (1/7) di lingkungan sekolah dengan melibatkan kepala sekolah dan para guru.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada Inspektorat untuk terlibat dalam pemeriksaan ulang. Tentu akan melihat hasilnya seperti apa yang nanti akan dimusyawarahkan ulang,” kata Taryono.

Dirinya belum dapat memastikan. Apakah jika ada kekeliruan dalam pemutusan hubungan kerja, Rumini dapat ditarik kembali untuk mengajar? Atau tetap dipecat. Sementara masih menunggu pemeriksaan ulang. “Kita tunggu pemeriksaan ulang nanti seperti apa,” terangnya.

Taryono menceritakan kronologis mengapa guru honorer ini dipecat. Berawal saat ada tuduhan dari yang bersangkutan ada salah satu guru yang melakukan pungli dan penyimpangan Bosda. Bahkan laporan itu disampaikan langsung kepada dirinya selaku Kepala Dindikbud.

“Guru yang bersangkutan melaporkan kepada saya terkait dugaan atas tuduhan dia ada guru disitu terindikasi serta adanya penyimpangan Bosda. Maka kemudian kami turunkan tim untuk investigasi kesana. Kroscek,” jelas Taryono.

Namun setelah dikroscek, oleh tim dari Dindikbud, tidak ada bukti-bukti kuat yang mengarah pada tuduhan sebagaimana dilaporkan oleh Rumini. Maka atas hasil itulah kemudian semua dikumpulkan lalu dilakukan sidang untuk mencairkan masalah yang sebenarnya terjadi. Setelah disidang  bersama dengan para guru dan sebagainya.

“Tuduhan-tuduhan itu sama-sama disidang bareng, baik kepala sekolah dan guru-guru dan akhirnya tidak benar. Kemudian kami berikan teguran agar mematuhi aturan dan ketentuan satu dua tiga akhirnya dilakukan atas permintaan kepala sekolah dan guru-guru agar guru ini diputus sejak 3 Juni kemarin lantaran melanggar surat perjanjian kontrak kerja dengan nomor567/2452-Disdikbud,” ungkap mantan Sekretaris Dishubkominfo Tangsel ini.

Rumini diberhentikan, disebutkannya, lantaran tidak cakap dalam menjalankan tugas. Yang bersangkutan juga tidak mematuhi segala ketentuan yang berlaku di sekolah tempatnya bertugas sebagaimana diamanatkan. “Sering meninggalkan kelas pada jam proses belajar mengajar. Dengan alasan yang bersangkutan tidak menunjukan kecakapan dalam melaksanakan tugas,” terangnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!