Pondok Ranji Sosialisasi Sekolah Sehat

Diterbitkan  Jumat, 28 / 06 / 2019 19:12 - Berita Ini Sudah :  286 Dilihat

CIPUTAT TIMUR – Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur menggelar sosialisasi. Kali ini terkait  Sekolah Sehat. Demikian dilakukan dalam rangka kegiatan peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Dihadiri para pihak dari sekolah, guru TK, SD, Kader PKK serta RT/RW.

Turut hadir, Camat Ciputat Timur Sutang Suprianto, Lurah Pondok Ranji Teguh Wibowo, serta  Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pondok Ranji, Nana Supriatna dan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten Anwar.

Nana Supriatna berpesan kepada para peserta untuk membekali pihak sekolah dan siswa dengan pengetahuan, pemahaman, kemampuan dan perilaku yang baik untuk membuat suatu keputusan yang benar untuk kesehatan mereka. Sekolah juga mampu memberikan pelayanan kesehatan sederhana kepada siswa dan guru melalui dokter sekolah. Sekolah juga diharuskan memiliki sistem rujukan baik.

“Pertama dengan healthy eating dengan program ini diharapkan sekolah dan siswa memiliki pemahaman tentang pentingnya makanan dan minuman sehat serta memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk memilih makanan sehat setiap harinya. Makanan dan minuman yang sehat harus selalu tersedia di lingkungan sekolah,” katanya.

Kedua, dengan physical activity. Sekolah dan siswa mengerti bahwa dengan beraktivitas fisik dan berolahraga. Mereka bisa menjadi lebih sehat. Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk selalu aktif dan produktif.

Ketiga, emotional health and well being. Ini membantu perkembangan kesehatan emosional siswa yang bisa membantu siswa untuk mengungkapkan perasaan mereka dan membangun rasa percaya diri, sehingga bisa meningkatkan ketahanan mental dan kapasitas pembelajaran mereka.

“Safe and healthy environment dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, maka akan tercipta suasana belajar mengajar yang nyaman dan kondusif,” tambah ia.

Sedangkan Anwar menjelaskan secara rinci tentang sekolah sehat. Untuk mewujudkan gerakan sekolah sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan, maka perlu segera melakukan langkah-langkah yang tepat, terencana, terintegrasi, dan berkesinambungan. Langkah-langkah ini dibuat sebagai pedoman dalam memper­mudah dan mempercepat terwujudnya sekolah yang ideal sebagaimana direncanakan.

“Sekolah Sehat adalah keadaan badan dan jiwa yang baik. Artinya, sesuatu dikatakan sehat jika secara lahiriah, batiniah, dan sosial berjalan secara normal dan baik. Sehingga memungkinkan sesuatu dapat produktif. Baik secara sosial maupun ekonomis.  Jika hal ini dikaitkan dengan lembaga pendidikan, maka sekolah sehat dapat dimaknai sebagai adalah lembaga pendidikan yang memiliki unsur-unsur yang baik normal secara lahiriah jasmani dan batiniah atau rohani,” katanya.

Sekolah sehat pada prinsipnya terfokus pada usaha bagaimana membuat sekolah tersebut memiliki kondisi lingkungan belajar yang normal tidak sakit. Baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini ditandai dengan situasi sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi. Meliputi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejahteraan lahir dan batin setiap warga sekolah. Dengan begitu, sekolah sehat memungkinkan setiap warganya dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat. Berdaya guna dan berhasil guna untuk sekolah tersebut dan lingkungan di luar sekolah.

Adapaun standar sekolah sehat yaitu memiliki lingkungan sekolah bersih, indah, tertib, rindang dan memiliki penghijauan yang memadai. Memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang memadai dan representatif.  Memiliki air bersih yang memadai dan memenuhi syarat kesehatan. Memiliki kantin dan petugas kantin yang bersih dan rapi, serta menyediakan menu bergizi seimbang.

“Memiliki saluran pembuangan air tertutup dan tidak menimbulkan bau tak menyenangkan. Memiliki ruang kelas yang memenuhi syarat kese­hatan (ventilasi/AC dan pencahayaan cukup).  Memiliki ruang kelas yang representatif dengan ratio kepa­datan jumlah siswa di dalam kelas. Memiliki sarana dan prasarana pembelajaran meme­nuhi standar kesehatan, kenyamanan dan keamanan,” bebernya.

Termasuk, harus memiliki ruang dan peralatan UKS yang ideal. Tersedia tempat tidur, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, kotak P3K berisi obat, lemari obat, buku rujukan, poster-poster, struktur organisasi, jadwal piket, tempat cuci tangan, data angka kesakitan siswa. Serta peralatan perawatan gigi, unit gigi, contoh-contoh model organ tubuh, rangka torso dan lain-lain. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!