Ribuan Botol Miras Diamankan


Satpol PP Sebulan Intai Gudang

Diterbitkan  Jumat, 28 / 06 / 2019 19:12 - Berita Ini Sudah :  223 Dilihat

PENGGEREBAKAN MIRAS DI SETU: Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan terlihat menyegel gudang penyimpanan minum keras (MIRAS), setelah dilakukannya penggerebakan di kawasan Pergudangan taman tekno, Setu, Kamis (27/6). Sebanyak ribuan botol minum keras dari berbagai jenis merek di amankan oleh satpol pp.

SETU – Sebuah gudang rupanya telah lebih sebulan diintai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel. Di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu. Gudang tersebut dicurigai dijadikan tempat penyimpanan minuman keras (miras).

Alhasil, saat dilakukan penggerebekan, Kamis (27/6), kecurigaan Satpol PP benar. Terdapat ratusan dus dengan ribuan botol miras. Berbagai miras merk luar negeri. Disimpan di gudang yang terbilang besar.

Setekah mendapatkan barang bukti itu, puluhan personel Satpol PP langsung melakukan penyegelen. Ribuan botol miras disita sebagai barang bukti. Dalam penggerebekan, Penyidik PNS (PPNS) juga disaksikan dua Anggota DPRD Kota Tangsel Rizki Jonis dan Drajat Sumarsono.

Tiga orang karyawan di gudang tersebut pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika puluhan petugas melancarkan aksinya. Satu persatu petugas mengangkat seluruh dus yang berisi botol miras. Kadar alkoholnya di atas 40 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Undang-Undang Satpol PP Tangsel, Oki Rudianto, mengatakan pengelola gudang sudah melanggar peraturan daerah (Perda) di Tangsel soal miras.

“Bahwa di Tangsel sudah ada Perda nomor 4 tahun 2014. Dan Perda 9 2012, sudah tidak boleh ada peredaran, distribusi dan produksi minuman beralkohol. Hari ini kita lakukan giat supaya kita bisa mrnegakkan Perda tersebut,” ujar Oki di lokasi.

Oki mengatakan, pihaknya belum menghitung secara pasti jumlah botol yang ada di gudang, termasuk merk dari botol miras impor itu. “Jenisnya alkohol lebih dari 40%. Sepertinya dari luar semua ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Tangsel, Rizki Jonis, mengapresiasi kinerja Satpol PP, karena sudah menjalankan tugasnya.

“Kita mengapresiasi kinerja Pol PP karena mereka sudah mendapatkan satu gudang tempat penyimpanan miras di mana ini sudah melanggar peraturan daerah kita,” ujar Jonis di lokasi.

 

Ia menegaskan, Tangsel sudah bebas miras sejak tahun 2014 saat dikeluarkan Perda tersebut. Ia meminta juga kepada masyarakat jika menemukan kasus-kasus serupa, maka segera laporkan ke Satpol PP untuk segera ditindak.

“Yang ke dua kita belum mengetahui gudang ini ada izin atau tidak atau membayar pajak atau tidak,” kata politisi Partai Demokrat ini. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!