Halal bihalal ICMI


Gali Nilai Budaya dan Sejarah dalam Pembangunan Tangsel

Diterbitkan  Minggu, 30 / 06 / 2019 21:41 - Berita Ini Sudah :  261 Dilihat

HALAL BIHALAL. ICMI Tangsel gelar halal bihalal dengan mengangkat tema tausiyah kebudayaan.

BOGOR-Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar halal bihalal serta tausiyah kebudayaan yang diselenggarakan di TBIC, Sabtu (29/6).

Halal bihalal dan tausiyah kebudayaan ini mengangkat tema Mewujudkan Tangsel CMoRe dalam Perspektif Sejarah dan Budaya’ tersebut.

Dalam kegiatan tersebut hadir para tokoh agama, tokoh masayarakat, tokoh pendidikan, akademisi, seniman dan budayawan serta beberapa tokoh nasional.

Ketua ICMI Orda Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, sesuai dengan tema yang diusung, kegiatan ini bertujuan agar melalui nilai budaya dan sejarah dapat menjadi panduan bagi pembangunan di Kota Tangsel.

“Untuk menggali dan menemukan nilai-nilai sejarah dan budaya yang diharapkan dapat menjadi panduan dalam membangun Kota Tangerang Selatan, khususnya dalam mewujudkan Tangsel yang cerdas Modern dan Religius,” jelas Benyamin yang akrab dipanggil Bang Ben.

Bang Ben yang saat juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangsel berharap, agar dengan pemaparan nilai budaya dan sejarah itu, nantinya dapat diambil sebuah pelajaran, serta nilai-nilai secara komprehensif. Tentunya agar dapat berguna bagi kemajuan Kota Tangsel ini.

Lebih lanjut, Benyamin mengungkapkan bahwa ICMI yang telah hadir sejak tahun 1990 ini, dapat meningkatkan kemampuan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menajdi menjadi faktor penentu bagi suksesnya pembangunan Indonesia khususnya Tangsel.

“Seperti tertulis di dalam anggaran dasar, ICMI bertujuan mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang diridhoi Allah dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiawanan dan peran serta cendekiawan muslim se-lndonesia,” terangnya.

Sementara, dalam tausiyahnya, Mufti Ali, yang merupakan akademisi dan sejarawan menjelaskan tentang kisah Raden Aria Wangsakara, yang merupakan seorang kyai penyebar agama islam di Banten, khususnya wilayah Tangerang.

“Salah satu peninggalan beliau yang paling menonjol dan masih diteruskan tradisinya sampai sekarang adalah penulisan iluminasi mushaf Al-Quran dan penulisan kaligrafi indah indah,” tuturnya.

Oleh karenanya, katanya, saat ini kampung Lengkong yang merupakan tempat wafat serta kiprahnya dikenal sebagai warisan Aria Wangkasara yang dijuluki ‘Kampung Kaligrafi Lengkong’.

“Semoga kisah beliau dapat memberikan kontribusi dan manfaat untuk mewujudkan Kota Tangsel yang cerdas, modern, dan religius,” tutupnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!