Empat Pasangan Bakal Adu Nasib

Diterbitkan  Senin, 01 / 07 / 2019 18:46 - Berita Ini Sudah :  1654 Dilihat

 

SERPONG- Pendaftaran Calon Wakil Walikota dan Calon Wakil Walikota Tangsel pada PIlkada 2020 memang masih lama. Namun beberapa pengamat politik sudah punya prediksi. Hal itu, dilihat dari dinamika politik mutakhir di Kota Tangsel.

Seperti pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ray Rangkuti.

Dirinya memperkirakan akan ada empat poros atau sempat pasang yang akan mengadu nasib pada Pilkada Tangsel.

Dia juga melihat dari perolehan kursi partai politik di Kota Tangsel pada Pemilu 2019. Dengan jumlah perolehana kursi empat besar yaitu Golkar 10 kursi, PDIP 8 Kursi, Gerindra 8 kursi, dan PKS 8 kursi. Serta beberapa partai lain.

“Kami melihat ini kemunginan besar ini terjadi empat pasang. Empat poros ini bisa diciptakan oleh Golkar, PDIP, dan Gerindra. Dan untuk PKS sepertinya mereka akan ngotot mengajukan calon nomor duanya. Bisa berkoalisi dengan Golkar atau dengan Gerindra,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Golkar, Ray Rangkuti mengatakan, bisa saja akan tetap memajukan dari keluraga besar. Mencari koalisi. Karena, menurut Ray, Golkar meski bisa mengusung sendiri tetap akan melakukan koalisi untuk PIlkada.

“Saat ini Golkar memiliki Walikota, sudah pasti pada PIlkada 2020 nanti mereka akan tetap mengusung kader sendiri atau tokoh dari keluarga Walikota untuk maju di PIlkada nanti. Dan yang pasti mereka akan tetap berkoalisi dengan banyak partai meski pun sebenarnya Golkar bisa mengusung sendiri,” ungkapnya.

Ray juga mengatakan, yang sangat memugkin untuk mengusung kadernya sendiri ialah antara PDIP dan Gerindra. Yang menurutnya, akan ngotot mengusung kadernya maju sebagai Calon Walikota.

“Kalau PDIP dan Gerindra saya melihat akan ngotot untuk mengusung kaderya sendiri. Terlebih lagi saat ini yang ada dari petahana hanya wakil saja. Sehingga, peluang tarung bebas di Pilkada Kota Tangsel sangat berpeluang besar,” katanya.

Sedangkan sisa partai lainnya seperti Demokrat, PKB, PAN, PSI, dan Hanura, menurut Ray, sepertinya akan jauh lebih realisitis. Yaitu dengan mencari tokoh lokal yang memiliki popularitas tinggi.

“Partai tentunya akan lebih realisitis, poros ini akan bentuk koalisi dan mengusung tokoh-tokoh yang memiliki populeritas yang tinggi dan juga memiliki ketokohan yang sangat berpengaruh bagi masyarakat Tangsel,” ujarnya.

Ray juga mengatakan, partai politik pun harusnya mampu menyerap seperti apa aspirasi masyarakat dalam mengusung calon. Dia mengambil contoh pada PIlpres 2019 ini, hanya di Kota Tangsel yang mamenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ini juga harus menjadi perhitungan bagi partai politik, ini masuk dalam aspirasi masyarakat yang sepertinya ingin mencari calon walikota yang memiliki sosok mirip-mirip dengan Pak Jokowi. Aspirasi seperti ini harus benar-benar masuk hitungan partai jika ingin menang di PIlkada Kota Tangsel nanti,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!