Dikerjakan Bersama Sejumlah Perusahaan


Jalan Rawa Buntu Mendesak Ditata

Diterbitkan  Senin, 08 / 07 / 2019 20:45 - Berita Ini Sudah :  148 Dilihat

 

SERPONG – Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan bakal ditata. Dalam pelaksanaannya, akan dibiayai oleh sejumlah pihak. Beberapa perusahaan bakal terlibat dalam menata ruas jalan yang dikawatirkan kian hari semakin krodit ini.

Kabid Lalu Lintas, Dishub Kota Tangsel, H Ika menyampaikan prihal mendesaknya penataan jalan Rawa Buntu Serpong. Jika tidak ditata secepatnya berdampak pada kepadatan semakin parah. Kawasan perniagaan pun akan terganggu. Oleh karena itu, untuk merencanakan pelaksanaan penataan kawasan saat ini tengah melakukan rapat pematangan dengan beberapa perusahaan swasta.

“Kawasan Jalan Raya Rawa Buntu nanti akan dikerjakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan, yaitu BSD, PT Perumnas, AKR dan PP Property. Masing-masing perusahaan akan melakukan kegiatan penataan dengan kemampuan mereka, sehingga nantinya kawasan jalan akan terlihat lebih rapih dan nyaman,” katanya.

Fasilitas yang belum ada di drainase sepanjang Rawa Buntu, serta median jalan untuk pembatas pada bagian tengah. Saat ini ketika melintas kawasan Jalan Rawa Buntu tidak ada pembatas jalan di tengah, sehingga cukup menghkawatirkan. Memang terlihat lebar, tapi apakah sudah sesuai aturan atau belum.

“Semua akan ditata apakah memang Right of way (ROW) atau belum termasuk pemasangan rambu-rambu. Pada intinya untuk membuat kenyamanan bagi pengendara,” terangnya.

Keempat perusahaan itu bukan tanpa sebab untuk berkontribusi dalam penataan jalan. Mereka memiliki pengembangan usaha dan tentunya harus ada amdal lalin.

Dinas Perhubungan tentu memiliki data-data hasil kajian amdal lalin. Jika perusahaan melakukan pengembangan, tapi tidak sesuai dengan data Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) tentu kewajiban Dishub mempertanyakan.

“Kami memiliki data-data kajian amdal lalin, sehingga jika mereka tidak memenuhinya kami akan tagih karena ada surat kesanggupan dari kajian amdal lalin,” jelasnya.

Misalnya saja saat ini ada pembangunan Ruko Vienna, berpotensi membuka peluang usaha baru dan aktivitas masyarakat. Lokasinya persis di simpang yang mengarah ke Kantor Kemang Tangsel atau ke Pasar Modern BSD. Saat ini, pada jam-jam tertentu petugas Dishub selalu turun tangan mengatur lalu lintas.

“Nanti direncanakan di situ akan dipasang lampu merah untuk mengatur arus kendaraan supaya lebih tertib. Karena arus kendaraan masuk ke kanan dari arah Taman Tekno atau sebaliknya cukup padat,” papar ia.

Pemasangan lampu merah lagi, juga menjadi perhatian. Lampu merah akan dipasang di depan De Latinos. Ini untuk mengurai kemacetan kendaraan keluar masuk perumahan. Ada putaran balik persisnya di sebrang SPBU dekat stasiun dan depan De Latinos membuat ekor kemacetan mengular. Dengan dipasang lampu merah di depan De Lationos akan mengurangi antrean kendaraan.

“Kami mentargetkan penataan Jalan Rawa Buntu tahun ini selesai. Sebab jika tidak cepat-cepat kawasan stasiun nantinya akan dibangun apartemen, sehingga menjadi kawasan yang cukup ramai. Tentu harus merencanakan akses jalannya ke depan jangan sampai terlambat. Jika terlambat menatanya lagi susah,” bebernya.

Tim Penilai Amdal Lalin,  Heris Cahya Kusuma menambahkan akan berbeda ketika berkendara dengan akses jalan tertata dengan rapi. Rasanya nyaman. Pengendara bisa melihat pembatas jalan, serta mengetahui kawasan perniagaan mana pintu masuk dan keluar. Semua itu sangat berpengaruh bagi pengendara, sehingga tidak membinggungkan.

“Pada kawasan yang sudah tertata, jalannya pun akan lebih nyaman dilalui. Tapi jika melintas kawasan yang masih semrawut, karena itu berdampak sekali bagi pengguna jalan. Inilah perlunya dilakukan penataan melalui kajian amdal lalin,” tandasnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!