Banmus Tangsel Intip Rekam Jejak Bacalon

Diterbitkan  Selasa, 09 / 07 / 2019 18:58 - Berita Ini Sudah :  131 Dilihat

 

SERPONG- Di antara organisasi masyarakat di Kota Tangsel, Badan Musyawarah (Banmus) Kota Tangsel, sudah mulai menerka bakal calon walikota-wakil walikota mendatang. Siapa sosok ideal untuk memimpin kota ini melalui momen Pilkada 2020?

Caranya, Bamus Kota Tangsel akan melakukan pemantauan terhadap rekam jejak terhadap beberapa nama atau tokoh. Banyak nama tersebut mulai berseliweran atau mulai mendeklarasikan diri sebagai balon walikota.

Ketua Umum Banmus Kota Tangsel Julham Firdaus mengatakan, pihaknya mempelajari rekam jejak setiap tokoh yang maju di konstetasi Pilkada itu sangat penting.  Agar nantinya masyarakat tidak asal pilih pemimpin untuk Tangsel.

Bahkan menurut Julham, dari mempelajari rekam jejak itu masyarakat bisa menilai seperti apa nanti komitmennya terhadap visi dan misi yang disampaikan pada saat pencalonan nanti.

“Kami di Bamus tengah melihat memantau rekam jejak beberapa tokoh yang kami anggap memang akan maju di Pilkada. Ini masih sebatas diskusi di internal Bamus,” ujarnya.

Lebih lanjut Julham mengatakan, dengan mempelajari rekam jejak tersebut, maka nantinya Banmus akan mencoba memberikan masukan pula kepada masyarakat secara luas terkait hasil pantauan rekam jejak tersebut.

“Rekam jejaknya harus benar dipantau, jangan sampai rekam jejak buruk secara psikologis juga kurang perhatian dan keberanian memutuskan sesuatu yang pro kepada rakyat. Kesimpulannya kriterianya mempunyai integritas kapasitas kualitas dan yang pasti mempunyai komitmen yang jelas terhadap visi misinya,” ungkap pria yang pada Pemilu 2019 lalu maju sebagai calon anggota DPRD dari Partai Demokrat ini.

Sedangkan untuk kriteria sendiri, Julham mengatakan, Banmus sebenarnya fleksibel. Yang terpenting ialah mampu memahamai pekerjaan rumah yang masih ada di Kota Tangsel. Lebih tepatnya, mempunyai kebersihan hati dan ketenangan pikiran. Paham sektoral dan permasalahan yang ada. Selain itu, mempunyai rekam jejak  yang bersih visioner dan berani serta tidak terjalin ikatan ataupun kesepakatan kepentingan secara pribadi dan secara kelompok.

“Jadi Walikota kedepannya tidak hanya sibuk di kalangan menengah ke atas kalangan bawah hanya sebatas seremonial dan tebar pesona, tapi lebih fokus kepada kalangan bawah secara real, pengawasan penegakan hukum, penegakan kebijakan dan hak-hak masyarakat yang benar-benar dirasakan. Itu yang harus dipikirkan,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!