Organda Beri Dukungan, Minimalisir Putaran Balik


Penataan Jalan Rawa Buntu Perlu Cepat

Diterbitkan  Selasa, 09 / 07 / 2019 18:58 - Berita Ini Sudah :  238 Dilihat

SERPONG – Wacana penataan Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, bergulir. Direspon berbagai kalangan. Organisasi Angkutan Darat (Organda), memberikan dukungan. Penataan agar cepat dilaksanakan. Dalihnya, kesemrawutan di sepanjang ruas jalan itu kian hari semakin parah. Apabila tidak diatasi secepatnya, menjadi persoalan di kemudian hari.

Ketua Organda Kota Tangsel, Yusron Siregar menilai sudah seharusnya sepanjang Jalan Rawa Buntu ditata dengan baik. Meski belum ada kata terlambat. Semestinya dilakukan sebelumnya, bukan sekarang.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya penataan jalan Rawa Buntu, karena memang semestinya sudah tertata dengan rapi. Jalannya cukup lebar hanya saja tidak tertata,” katanya.

Menurut pandangan Yusron, pada pinggiran jalan, terkesan melompong. Tidak ada pembatas seperti trotoar. Kondisi demikian, membuat pengendara kadang banting kanan dan kiri sesukanya. Belum lagi semrawutnya para pedagang kaki lima yang marak. Ini membuat pengendara bebas masuk kanan dan kiri tanpa ada pintu jelas dan sangat bebas.

“Minimal trotoar batas jalan pada tepian agar terlihat mana bibir jalan dan badan jalan. Ini juga upaya membatasi pengendara tidak seenaknya masuk ke kiri dan lain-lain berhenti dan sebagainya. Kondisi ini membuat antrean kendaraan kerap terjadi akibat tersendat,” tambahnya.

Penggunaan kendataan memang sulit dibendung atau dibatasi. Hal ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk di Tangsel maupun permukiman yang berdekatan dengan pemekaran Kabupaten Tangerang ini, seperti Kabupaten Bogor. Karena memang akses utamanya melintasi Jalan Rawa Buntu.

“Andai saja ada jalan alternatif pasti tidak akan sepadat sekarang. Itu jalan satu-satunya. Andaipun melintasi Jalan Raya Serpong harus lewat pasar itu juga tidak jadi solusi,” tuturnya.

Sedangkan terkait kepadatan antrean kendaraan siang dan malam, akibat banyaknya putaran. Dinas Perhubungan perlu melakukan kajian secara mandalam pada bagian mana yang boleh dibuka dan ditutup supaya lebih tertib. “Perlu meminimalisir putaran balik agar arus kendaraan tidak sebentar-sebentar berhenti akibat kendaraan putar arah,” sarannya.

Sementara untuk titik kemacetan di Stasiun Rawa Buntu, dikarenakan ojek online dan taksi online kumpul untuk mengunggu penumpang. Sebetulnya, kata Yusron, bagi jasa kendaraan berbasis online tak perlu mangkal di pinggir jalan. Apalagi sampai memakan badan jalan. Ini harus dihindari.

“Buat aturan tegas, tidak boleh mangkal. Ojek online di rumah saja dapat order tentu tidak perlu mangkal di pinggir jalan yang berdampak pada kemacetan. Sekaligus ada petugas di lokasi akan sulit. Maka, harus membuat aturan. Angkot sendiri tidak terpangaruh, karena mutar mengambil penumpang antara Terminal BSD -Serpong ,” bebernya.

Sebelumnya Kabid Lalu Lintas, Dishub Kota Tangsel, H Ika menyampaikan perihal mendesaknya penataan jalan Rawa Buntu Serpong. Jika tidak ditata secepatnya berdampak pada kepadatan semakin parah. Kawasan perniagaan pun akan terganggu. Oleh karena itu, untuk merencanakan pelaksanaan penataan kawasan saat ini tengah melakukan rapat pematangan dengan beberapa perusahaan.

“Kawasan Jalan Raya Rawa Buntu nanti akan dikerjakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan, yaitu BSD, PT Perumnas, AKR dan PP Property. Masing-masing perusahaan akan melakukan kegiatan penataan dengan kemampuan mereka, sehingga nantinya kawasan jalan akan terlihat lebih rapih dan nyaman,” katanya. (din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!