Dispora Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Kota

Diterbitkan  Kamis, 11 / 07 / 2019 19:36 - Berita Ini Sudah :  139 Dilihat

CIPUTAT- Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel mengelar seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Kota Tangsel. Sebanyak 30 peserta. Berlangsung di Gedung 3, Lantai 3A, Rabu (10/7).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel, Wiwi Martawijaya berpesan kepada para peserta. Semoga nantinya ada yang maju ke tingkat nasional. Setelah maju ke tingkat nasional berharap dapat mengembangkan apa yang menjadi konsen masing-masing peserta. Alhasil, dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
“Berharap bagi yang lolos seleksi pada tingkat kota, naik ke tingkat provinsi semoga Tangsel lolos sampai ke tingkat nasional. bagi yang mewakili Banten ke Tingkat nasional. Semoga nantinya dapat dikembangkan. Bila perlu kerjasama dengan BPPT untuk pengembangan ke depannya,” pesan pria yang pernah menjadi Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Tangsel ini.
Demikian diamini Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kota Tangsel, Endang dan Kasi Kepeloporan Kepemimpinan dan Kemitraan Pemuda, Hj Tati.
Endang berharap, peserta yang ikut ini menjadi pemuda-pemuda hebat. Dapat diikuti jejaknya oleh generasi penerus.
“Pemuda memiliki peran penting dalam membuat perubahan, melalui hasil analisa mereka, mudah-mudahan menjadi karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas di Kota Tangsel dan menyeluruh,” tambahnya.
Salah satu peserta ketika mempresentasikan di hadapan para juri, Ali Nurdin. Dirinya yang memiliki latar belakang guru PMR di SMA Negeri 6 Tangsel ini mengusung tema pengembangan karakter peserta didik melalui ‘tiga peer’.
“Tiga peer yang saya amati peserta didik dapat dikembangkan. Saya amati baru-baru ini adanya remaja tawuran. Apa yang dia lakukan bukan pada masanya. Sebagai generasi penerus kita melakukan pemikiran kenapa peserta didik melakukan hal itu termasuk banyak yang menikah usia dini. Sampai-sampai remaja melakukan tindakan kriminal. Meski hanya mencuri di kelas itu kategori kecil tapi ketika turun di lapangan ini mengecilkan peserta didik,” jelas Ali Nurdin.
Tiga hal, pertama Peer leadership. Ini terkait peserta didik menjadi contoh. Selanjutnya, Peer suport. Yaitu memberikan suport peserta didik saling mendukung. Peer educator, ketiganya. Peserta didik dapat mendidik teman-teman sebaya.
Seluruh peserta diberikan waktu beberapa menit untuk mempresentasikan makalah dibuat. Sedangkan dewan juri adalah mereka yang pernah menjuarai pada tingkat nasional. Dengan harapan para dewan juri dapat memberikan gambaran dan koreksi. Agar lebih sempurna bagi makalah-makalah yang dipresentasikan. Termasuk, menentukan layak dan tidaknya makalah diajukan. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!