Benyamin Ajak Generasi Millenial Tentukan Masa Depan Secara Matang

Diterbitkan  Senin, 29 / 07 / 2019 20:42 - Berita Ini Sudah :  182 Dilihat

SETU-Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberikan motivasi sekaligus mengajak siswa SMKN 3 Tangsel lebih jernih memilih masa depan. Pasalnya,  jangan sampai menjadi remaja yang tidak berhasil meraih masa depan.

Orang nomor dua di Kota Tangsel ini mengajak anak-anak millenial ini, ketika  dirinya memberikan paparan dalam kegiatan pendidikan di perguruan tinggi, bahwa masa depan itu perlu dirancang dengan matang. Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangsel Ngatmin Al Arif serta dosen Psikologi Universitas Mercubuana, Irma Himmatul Aliyah.

“Jangan sampai kalian terjebak dalam dua dunia dan tidak bisa kemana-mana. Dunia tradisonal dan dunia modern bertemu menjadi satu sekarang ini. Masa depan kamu mau kemana harus ditentukan. Dari sekarang mulai berpikir bila perlu tanya kepada psikolog minat dan bakatnya dengan cara itu yang terbaik untuk mementukan ke depan. Persiapan masa depan kalian agar sukses,” pesan Benyamin, kemarin.

Anak muda era sekarang adalah generasi millenial. Tandanya mereka pandai dalam bidang komunikasi dan teknologi informatika. Kendati demikian ada saja pemuda yang dimanfaatkan oleh teknologi bukan teknologi yang dimanfaatkan. Sehingga ketika dimanfaatkan teknologi, seolah tidak berdaya, kreativitasnya minus. Sedangkan pemuda millenial yang memanfaatkan teknologi mereka bisa berkreativitas.

“Kalian (pelajar) harus kuasai teknologi informasi dan harus bisa memanfaatkan dalam arti positif. Kendati memang ada hal-hal yang tidak bisa digantikan dengan teknologi. Seperti silaturahmi. Lebih baik bertemu langsung daripada harus chat dengan orangnya,” jelasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangsel Ngatmin Al Arif menyampaikan, pemilihan jurusan di perguruan tinggi harus disesuaikan dengan kemampuan, karakter akademis dan keinginan anak didik. Karena tanpa dukungan dari berbagai variabel anak tidak akan berkembang apabila minatnya tidak serius, dan perkembangan akademiknya tidak begitu melonjak. “Selain itu, harus punya semangat dan kemauan tinggi untuk menggapai cita-cita kalian,” jelas ia.

Dosen Psikologi Universitas Mercubuana, Irma Himmatul Aliyah berpesan, untuk mendapatkan jaminan masa depan lebih baik, tidak cukup hanya lulus dan mengandalkan ijasah SMA atau jenjang sederajat lainnya. Oleh sebab itu hal ini mendorong masyarakat untuk memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Namun, menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang tepat bukanlah persoalan sepele.

“Seringkali ketiadaan informasi dan ketidaktahuan akan minat atau bakat kerap menyebabkan masalah dan penyesalan di kemudian hari,” ia mengutarakan.

Misalnya, perguruan tinggi pilihan ternyata kualitasnya tidak sesuai harapan. Tidak dapat mengikuti materi kuliah dengan baik karena tidak tertarik di bidang pilihanya. Serta tidak dapat menyelesaikan kuliah dengan baik ataupun diganjar drop out oleh perguruan tinggi tempat kuliah karena masa studi telah lewat atau indeks prestasi tidak mencapai standar yang ditetapkan. Karena itulah, pemilihan tempat kuliah dan jurusan yang tepat sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan.

“Kalian kenali minat dan bakat. Jangan karena teman dekat memilih satu perguruan tinggi dan jurusan tertentu. Tidak ikut-ikutan memilih tempat yang sama kalau ternyata minat dan bakatnya berbeda. Mengembangkan minat dan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan ketertarikan yang kuat pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat,” ia menyarankan.

Akbar, siswa kelas 11 usai mengikuti kegiatan menuturkan,  banyak ilmu yang didapat. Seperti harus lebih mempersiapkan diri sejak sekarang, apakah usai melanjutkan SMK akan terjun kedunia kerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Cukup bagus, banyak wawasan tambahan yang saya dapat. Dengan acara ini saya lebih mantap untuk menatap masa depan apakah nanti saya terjun ke duani kerja atau naik ke perguruan tinggi untuk mencari posisi saya ketika selesai kuliah,” ujar siswa jurusan animasi ini. (din)

 

SMKN 3 Tangsel. Siswa siswi tengah mendengarkan pesan-pesan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie tentang masa depan, kemarin. Masa depan harus dirancang sejak awal. SUDIN ANTORO/TANGSEL POS

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!