Komisi II Sambut Baik Pemkot Pantau Kesehatan Hewan Kurban

Diterbitkan  Selasa, 30 / 07 / 2019 21:22 - Berita Ini Sudah :  200 Dilihat

 

SETU-Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel, telah menerjunkan 54 dokter hewan untuk melakukan pengecekan kepada seluruh lokasi penjualan hewan kurban yang ada di Kota Tangsel.

Seluruh pedagang yang dinyatakan memiliki hewan kurban layak, maka akan ditempel stiker atau tanda bahwa hewan kuban yang dijual oleh pedagang tersebut layak untuk dibeli dan dijadikan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H tahun ini.

Langkah pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari Komisi II DPRD Kota Tangsel. Karena dengan begitu, maka dapat dipastikan heawan kurban yang disembelih dan dibagikan nantinya aman untuk masyarakat Kota Tangsel.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ledy MP Butar Butar mengatakan, dengan diberi tanda stiker, masyarakat dengan mudah memilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat.

Terlebih lagi menurut Ledy, dengan terjunnya 54 dokter hewan dapat dipastikan dapat dijamin 100 persen kesehatan hewan kurban di pinggir-pinggir jalan. Masyarakat tak perlu ragu lagi.

“Artinya dengan dihadirkannya 54 dokter tersebut, maka tentunya masyarakat bisa  mendapatkan hewan kurban yang terbaik untuk menunaikan ibadah nanti,” ujarnya.

Bahwa langkah tersebut juga bukti bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Karena jika tidak dilakukan bisa saja nantinya banyak hewan kurban tidak layak yang beredar di Tangsel.

“Kami apresiasi ini. Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan layanannya secara maksimal. Degan demikian masyarakat saat membeli kurban bisa lebih yakin dan mantap serta merasa aman, karna membeli hewan kurban yang terbaik sudah ditangani oleh dokter-dokter yang dihadirkan oleh Pemerintah,” jelasnya.

Kepala DKP3 Kota Tangsel, Nur Slamet mengingatkan masyarakat agar teliti sebelum membeli hewan ternak kurban. Setiap kambing, domba, sapi dan kerbau yang dinyatakan sehat dan laik potong dibubuhi tanda.”Kami berikan tanda stempel berbentuk kotak warna biru,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, tentunya hewan ternak yang diberikan tanda stempel telah diperiksa oleh tim kesehatan veteriner atau dokter hewan. Pada musim Idul Adha 1440 Hijriah ini DKP3 Kota Tangsel menggandeng 54 dokter hewan.

Dibantu oleh 54 kader peternakan, lanjut Nur, dokter hewan menyisir ke lapak-lapak pedagang ternak kurban. Selain memberikan tanda stempel pada tubuh hewan ternak, lanjutnya, setiap titik lapak pedagang juga dipasangi stiker warna kuning bertuliskan ‘sehat’. Stiker dipasang persis di depan lapak.

“Jadi kalau tidak ada stempel warna biru sebaiknya jangan dibeli ternak tersebut. Jadi stiker sebagai penanda bahwa lapak pedagang sudah diperiksa oleh tim kesehatan veteriner,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments