Bapenda: Tapping Box Dongkrak Setoran Pajak


KPK Dorong Tangsel Optimalisasi Pendapatan Daerah

Diterbitkan  Selasa, 30 / 07 / 2019 19:52 - Berita Ini Sudah :  1500 Dilihat

SOSIALISASI OPTIMALISASI: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Tangerang Selatan Dadang Sofyan disaksikan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, serta sejumlah narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sambutan di dalam acara Sosialisasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah di Balaikota Tangerang Selatan, Maruga, Ciputat, Senin (29/7).

CIPUTAT– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) punya perhatian khusus ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Setidaknya, terlihat dengan upayanya mendorong agar penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tangsel bisa meningkat.

Tim Korsup Pencegahan KPK wilayah Banten Tri Budi Rochmanto, Senin (29/7), menghadiri sosialisasi optimalisasi pajak daerah bidang restoran, hotel, dan parkir.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Aula Blandongan, Balaikota Tangsel, Jl Maruga Raya No. 1, Serua, Ciputat.

Tri Budi Rochmanto pun menjelaskan ketika ingin meningkatkan potensi. Hal pertama yang harus dilakukan yakni belajar jujur dulu dengan pekerjaan yang dilakukan. Ini merupakan modal dalam bekerja. “Ketika kita sudah jujur akan pekerjaan yang kita jalani, maka kita akan bisa merubah segalanya untuk lebih baik,” ungkapnya.

KPK memiliki tugas dan fungsi melakukan monitoring dan supervisi serta pencegahan. Program pencegahan ini bisa berjalan dengan baik, jika ada kerjasama dan komitmen antara Aparatur Negeri Sipil (ASN) dengan pihak swasta atau wajib pajak.

“Kita perlu menerapkan system pencatatan yang memungkinkan sesuai dengan akuntabilitas, ketepatan dan lainnya. Jika ada yang belum tergali, maka dengan data ini bisa digali potensinya, terlebih jika kita menggunakan teknologi informasi sesuai dengan data yang real,maka potensi ini akan tergali dengan maksimal,” katanya.

Tri mengingatkan bagi wajib pajak yang telah melakukan pemungutan pajak, namun tidak disetorkan ke Negara, merupakan kategori korupsi. Begitu juga jika wajib pajak bekerjasama dengan petugas untuk mengurangi jumlah pajak yang harus disetorkan atau kongkalingkong dalam pemungutan pajak, ini juga masuk kategori korupsi. Maka ada sanksi dan hukuman yakni penjara.

Optimalisasi ini akan berhasil ketika semua memiliki komitmen sama. Tim kerja yang solid, data best yang valid dan memadahi, sehingga data betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Demikian setelah memiliki komitmen dan tim solid serta data yang valid, perlu melakukan sosialisasi. “Sosialisasi ini penting agar implementasi berjalan dengan baik, serta bank pendukung harus menjadi motor penggerak, sehingga memudahkan proses pembayarannya, jangan manual,” singkatnya.

 

Untuk meningkatkan optimalisasi tersebut, Pemkot menggandeng PT Bank BJB. Itu untuk menyediakan alat monitoring transaksi usaha secara online (tapping box) guna mendongkrak pendapatan asli daerah.

Kepala Bapenda Kota Tangsel, Dadang Sofyan menjelaskan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut implementasi kerjasama Pemkot Tangsel dengan Kementerian Keuangan. Perihal optimalisasi pajak pusat dan daerah. Pemkot Tangsel melalui Bapenda akan melakukan pemasangan alat tapping box. “Alat tapping box tersebut diharapkan dapat mengontrol para pengusaha terkait penerimaan pajak daerah,” ungkapnya.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menjelaskan, sosialisasi ini dilakukan untuk menggali potensi wajib pajak, melalui data yang tepat dan benar. “Dengan pendataan yang tepat, maka kita akan tahu potensi yang ada, wajib pajaknya siapa, dan berapa besar peningkatan pajak dari hasil pendataan tersebut, sehingga tidak berdasarkan asumsi,” jelas wanita kelahiran Banjar, Jawa Barat ini.

Airin menjelaskan, pajak itu suatu kewajiban bagi semua orang. “Pembayaran pajak adalah kewajiban, hasil dari pembayaran pajak ini akan memberikan kontribusi kepada Negara yang hasilnya akan dikembalikan lagi ke masyarakat yang membayar pajak,” katanya.

Dicontohkan Airn, seperti halnya pajak restoran. Pajak ini merupakan titipan dari customer yang uangnya harus dikembalikan ke Negara. Dari uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan masyarakat Tangsel.  Di antaranya untuk perbaikan jalan, peningkatan infrastruktur dan lainnya. Sehingga, teknologi atau tappingbox ini menjadi alat yang akan membantu Pemkot Tangsel dalam peningkatan pendapatan pajak daerah.

“Terima kasih kepada bank jabar yang telah memberikan alat ini, dikarenakan dua tahun ini saya focus untuk meningkatkan pendapatan daerah, karena masih banyak potensi yang belum tergali,”jelasnya.

Kepala Bank BJB cabang Tangsel,Ockie Catrena, menjelaskan, Tapping box merupakan sebuah alat monitoring transaksi usaha secara online yang dipasang di mesin kasir untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di tempat usaha.

Datanya akan masuk ke server pemkot setempat. Dengan begitu, pemda dapat memonitor potensi pajak yang terjadi di tempat usaha.

Ockie meyakini alat yang dipasang di boks kasir tersebut dapat memaksimalkan pendapatan daerah, terutama pajak. “BJB akan memasang alat tapping box sebanyak 100 alat,” singkatnya.  (irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!