Pamkot Tebar Sertifikat ke Pedagang Hewan Kurban

Diterbitkan  Selasa, 30 / 07 / 2019 19:52 - Berita Ini Sudah :  175 Dilihat

PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN KURBAN: Wakil walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan memeriksa kesehatan hewan kurban di lapak milik warga di kawasan Serpong, Senin (29/7/2019). Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai 29 Juli 2019 hingga mendekati perayaan hari Raya Idul Adha akan melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak milik warga dengan menurunkan 54 dokter hewan.

SERPONG- Hari Raya Idul Adha 1440 H sebentar lagi. Tepatnya, 11 Agustus nanti. Pedangang hewan kurban pun mulai bermunculan. Begitu juga di kawasan Ciater Raya, Serpong. Penjual hewan kurban sudah ramai. Mereka menjajakan dagangannya.

Tak mau kecolongan. Hewan kurban yang dijual diperiksa Pemkot Tangsel. Itu agar yang dijual benar-benar sehat dan memenuhi persyaratan hewan kurban.

Dalam pemeriksaan hewan kurban, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie terjun langsung memimpinnya, Senin (29/7).

Tenaga ahli yang khusus mengecek hewan kurban yang datang bersama Benyamin melihat satu per satu setiap hewan kurban yang dijual. Seusai melakukan pengecekan, Benyamin memberikan sertifikasi kepada para penjual. Sebagai tanda bahwa hewan kurban yang dijualnya layak atau dijadikan hewan kurban pada hari raya nanti.

Dengan sertifikasi hewan sehat, Benyamin berharap ada peningkatan penjualan hewan kurban dan juga pemotongan hewan kurban di Tangsel dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu jumlah hewan kurban yang ada di Tangsel itu ada 23.997 ekor. Dengan jumlah pedagang ada 360. Dan di tahun lalu juga jumlah pemotongan hewan kurban ada 14.458 hewan. Ya tentunya, kita berharap ada peningkatan baik yang dijual maupun di potong,” ujar Bang Ben, sapaan akrab Benyamin.

Lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel juga sudah memberikan sosialisasi. Itu terkait pemotongan hewan kurban. Sosialisasi kepada 100 perwakilan Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) se-Tangsel.

“Mereka diberikan tata cara mengenai pemotongan hewan kurban secara halal, dan diberikan pengetahuan seperti pisaunya seperti apa, cara menjatuhkan hewan kurban seperti apa, cara memegangnya, cara memotong, doanya dan kesehatannya juga dijaga. Sehingga Pemkot Tangsel ingin hewan kurban di Tangsel Insyaallah sehat, kemudian dagingnya layak dan tentunya bisa menjamin keamanan masyarakat,” terang mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini.

Tak hanya itu, ada sebanyak 54 kader petugas kesehatan hewan akan disebar. Di 54 kelurahan di Tangsel. Mereka akan mendata kesehatan hewan kurban.

“Kemudian kami juga melakukan pendataan, pada para pedagang hewan sebanyak 54 kader peternakan, untuk mendata hewan. Yang dilatih 54 kader dari 54 kelurahan oleh dokter hewan termasuk dokter hewan dari swasta untuk mengawasi kesehatan hewan kurban,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!