Tingkatkan PAD dari Sektor PBB


Bapenda Gali Potensi PSU Pengembang

Diterbitkan  Rabu, 31 / 07 / 2019 21:04 - Berita Ini Sudah :  219 Dilihat

RAPAT PENILAIAN INDIVIDU OBJEK PAJAK. Kepala Bidang Pajak Daerah 1 pada Bapenda Kota Tangsel Indri Sari memberikan kata pembukaan di acara rapat koordinasi Analisa klarifikasi objek pajak standart dan non standart untuk kepentingan penilaian individu objek PBB tahun 2019 di Serpong, Rabu (31/7).

SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan membentuk tim peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Tim ini akan menggali potensi dari lahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang dimiliki para pengembang yang belum terpungut pajak PBB-nya.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 pada Bapenda Kota Tangsel, Indri Sari Y menjelaskan, tim ini akan melakukan kroscek data untuk menggali potensi dari tanah fasum atau PSU yang dimiliki pengembang, namun belum dibayarkan pajak PBB-nya.

“PSU yang masih dimiliki oleh pengembang itu masih kewajiban membayar pajaknya ke Pemkot Tangsel, untuk itu Bapenda ingin berkoordinasi dan berbagi data, karena kami juga masih keterbatasan data atas wajib pajak pengembang untuk PSUnya.  Kalau untuk data komersialnya sudah terdata, namun untuk sisa tanahnya yang menjadi jalan, atau jadi fasilitas umum lainnya yang akan kita gali. Sehingga kami bisa kordinasi kepada pengembang untuk mendaftarkan potensi pajak tersebut kepada kami (Bapenda), karena kami keterbatasan data, upaya tersebut belum maksimal, sehingga kegiatan ini diadakan dengan melibatkan DPMPTSP, Dinas Perkimta, Aset Daerah, Dinas Bangunan dan lainnya.”ungkap Indri saat memimpin rapat koordinasi potensi PBB di salah satu hotel di Serpong, Rabu (31/7).

Indri menjelaskan, tim ini akan melakukan sharing data, yang bisa dimanfaatkan bersama untuk menggali potensi dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Pihak Kecamatan akan berkordinasi dengan Kelurahan untuk memberikan data perumahan dan pemukiman yang ada diwilayah masing-masing. DPMPTSP dan Bapenda akan sharing informasi terkait data perumahan yang mengajukan IMB, termasuk dengan siteplan yang akan dikordinasikan oleh bagian pemetaan, Perkimta akan memberikan data kepada kami PSU yang sudah diberikan oleh pengembang namun belum tercatat sebagai asset, bidang asset akan memberikan data pengembang yang sudah tercatat sebagai asset,”jelasnya.

Sekretaris DPMPTSP, Eki Herdiana menjelaskan, DPMPTSP akan melakukan sharing data kepada Bapenda, terkait data perumahan atau pengembang yang ada di Tangsel yang telah membuat IMB. “Kita duduk bareng dan saling berbagi data, tujuannya satu untuk meningkatkan potensi pajak daerah yang belum tergali, dengan duduk bersama ini diharapkan ada potensi besar yang bisa digali dari sektor PBB ini,”singkatnya.

Kepala Bidang Aset pada BPKAD Tangsel Billy Sukarsana menjelaskan, BPKAD memiliki data sebanyak 4069 bidang tanah yang terdiri dari PSU, tanah jalan dan lain-lain, sebagian sudah terdata di BPKAD. “Serah terima PSU satu pintu melalui Perkimta, data dari perkimta ini yang akan diserahkan ke bidang asset, selama 2018 ada 8 perumahan yang sudah menyerahkan, data ini bisa dilakukan pengecekan untuk potensinya,”pungkasnya.(irm)

 

 

 

Komentar Anda

comments