Kunker ke Kota Tangerang


Komisi II Pelajari Perencanaan Pembinaan Atlet

Diterbitkan  Rabu, 31 / 07 / 2019 21:17 - Berita Ini Sudah :  234 Dilihat

KUNKER. Jajaran Komisi II bersama Pejabat Dispora Kota Tangerang foto bersama usai menjalankan kegiatan kunjungan kerja, kemarin. idral mahdi/tangsel pos

SETU-Komisi II DPRD Kota Tangsel melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Rabu (31/7). Dalam kunjungan tersebut Komisi II ingin mempelajari bagaimana Kota Tangerang melakuan pembinaan terhadap atlet.

Kedatangan para wakil rakyat itu pun diterima langsung oleh Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Agus Prasetyo. Dan anggota Komisi II yang datang dalam kunjungan tersebut yaitu, Abdul Rasyid, Sri Lintang, Made Laksmi Pusparini, Maryono, Baihaqi Djamasan, dan Ledy MP Butar Butar.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid mengatakan, pembinaan atlet yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang terbulang sangat baik. Sehingga banyak atlet-atlet yang memnag asli dari Kota Tangerang dan memiliki prestasi bagus.

Sedangkan untuk di Tangsel sendiri, diketahui banyak atlet-atlet yang berdomisili di Tangsel, namun pada setiap kejuaraan justru mewakili daerah lain. Sehingga pembinaannya harus dilakukan dengan baik lagi.

Sehingga menurut Rasyid, yang harus dilakukan di Kota Tangsel ke depannya ialah mematangkan perencanaan untuk pembinaan atlet. “Jadi kami menilai perencanaannya harus diakukan secar matang. Tidak bisa hanya dilakukan secara parsial saja,” ujarnya.

Tetapi menurut Rasyid harus dilakukan secara konprehensif, seperti harus melibatkan banyak pihak. Mulai dari sekolah, KONI, dan juga dinas terkait. “Kalau seluruhnya sudah terlibat, maka pembinaan atlet di Tangsel akan jauh lebih baik. Dan ini yang akan kami usulkan ke Dispora Kota Tangsel,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Agus Prasetyo mengatakan, pembinaan atlet di Kota Tangerang dilkukan sejak dini dan berkelanjutan. Menurut Agus, perlu adanya kebijakan guna pemberdayaan atlet untuk tidak pindah ke daerah lain selain pemberian bonus atlet.

“Jadi sewaktu mereka masih produktif dapat berprestasi dan dihari tuanya paling tidak kita bekali dengan bidang kepemudaan. Sehingga ada usaha kemitraan. Apalagi sekarang jamannya industri kreatif, sehingga kami siapkan juga kemandiriannya,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments