Calon Pembawa Baki Paskibraka Meninggal

Diterbitkan  Jumat, 02 / 08 / 2019 20:07 - Berita Ini Sudah :  225 Dilihat

CIPONDOH- Aurel Qurrota Ain, siswi kelas XI MIPA 3 dari SMA Islam Al Azhar BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, meninggal dunia. Aurel merupakan salah satu calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) tingkat Kota Tangsel. Untuk upacara pengibaran bendara HUT ke-74 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019.

Bahkan disebutkan, ia merupakan di antara siswi calon pembawa baki dalam upacara proklamasi mendatang. Pembawa baki bertugas menyerahkan atau menerima Bendera Merah Putih dari Walikota Tangsel selaku inspektur upacara.

Pantauan di rumah duka, perumahan Taman Royal 2, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kemarin, terlihat teman-teman sekolah. Guru serta rekan-rekan orangtua almarhumah ramai melayat. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie juga datang di tengah para pelayat.

Kedua orangtua Aurel tampak begitu kehilangan. Baik ibu dan ayahnya. Tidak henti-hentinya menangis lantaran tidak percaya putri kesayangan mereka harus pergi lebih dulu. Kedua orangtua Aurel belum bisa diwawancara. Masih berkabung.

Benyamin yang hadir pun terlihat berkaca-kaca di hadapan jenazah Aurel. Ketika mendoakan almarhum air mata Bang Ben pun menetes ke pipi.

Di tengah Bang Ben, sapaan Benyamin Davnie, memanjatkan doa, Ibunda Aurel mengucapkan “Kakak bangun kak, banyak teman mamah dateng,”.  Saat itu, Ayah Aurel terus menangis. Beberapa kali Bang Ben mengusap air mata yang menetes ke pipi. Keluarga yang mendengar ucapan Ibunda Aurel, sontak histeris.

“Saya sangat berduka, saya bisa merasakan kedalaman sedih ibunya. Saya enggak sanggup menahan air mata,” ujar Bang Ben.

Bang Ben mengungkapkan sangat kehilangan sosok putri terbaik dari Tangsel. Terlebih, almarhumah Aurel merupakan sosok terpilih menjadi Paskibraka. Butuh fisik dan intelektual yang baik.

“Saya merasa kehilangan tentunya, anggota Paskibraka ini kan anak terpilih, fisik dan intelektual dilatih. Karena mereka nantinya digembleng untuk menjadi pasukan pengibar bendera di Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia. Saya sangat kehilangan, sangat berduka walaupun saya tidak mengenal dia, tapi almarhumah adalah anak bangsa atau kader kita yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa,” papar pria yang semasa remajanya dikenal sebagai Anak Kolong ini.

Bang Ben juga sangat berterima kasih kepada orang tua almarhumah. Dikarenakan sudah mengijinkan anaknya untuk mengikuti pelatihan Paskibraka tingkat Kota Tangsel.

“Kami bangga atas prestasi almahrumah makanya kami sangat terpukul dan berduka sekali,” tutur Bang Ben.

Menurut Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangsel, Warta Wijaya, sosok Aurel selama sebulan latihan sangat kuat dari rekan-rekannya. Bahkan ketika latihan pun tidak menunjukan gejala apa-apa. Selalu memasang muka ceria dan menghibur rekan-rekan lainnya ketika istirahat. “Selama latihan anaknya ini tidak pernah mengeluh. Bahkan dia sangat terlihat ceria selama latihan,” ujarnya.

Informasi didapat, Aurel meninggal lantaran terjatuh. Namun, dari pihak keluarga hingga kini belum bisa diminta keterangan lebih lanjut. Masih merasakan duka mendalam.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Tangsel, Endang menyebutkan, almarhum mulai berlatih Paskibraka sejak 9 Juli dan sedianya Kamis (1/8) pagi berlatih dengan pasukan 45 dari Kaveleri.

“Almarhum meninggal di kediamannya Kamis Pagi. Tentunya kami sangat berduka cukup mendalam kehilangan salah satu peserta Paskibraka. Almarhum sedianya akan mengibarkan bendera merah putih saat 17 Agustus nanti di lapangan Cilenggang Kecamatan Serpong Kota Tangsel,” katanya

Endang menegaskan, almarhum selama ini kondisinya baik-baik saja. Tidak pernah menyampaikan keluhan atas kondisi fisik dirinya. “Saat pelatihan tidak ada informasi kenapa-kenapa dan tidak ada riwayat sakit. Jadi belum tahu sebabnya. Latihan seperti biasa. Dan kami selalu menghadirkan tim medis saat berlatih,” terangnya. Endang.

Disebutkan Endang, almarhum adalah anak yang pintar, ulet dan disiplin. Makanya, wajar terpilih menjadi Paskibraka. Untuk menjadi Paskibraka tidak mudah, butuh tekad kuat, pintar disiplin dan lain-lain. Intinya unggul di atas rata-rata.

“Sosoknya bagus, makanya terpilih. Demikian kriteria oleh teman-teman pelatih almarhum bagus namun memang belum ditentukan sebelumnya  apakah akan membawa baki atau tidak, karena semua peserta bisa memiliki kesempatan yang sama,” ujar Endang.

“Kami pun akan memberikan penghargaan kepada almarhum,” imbuhnya. (dra/din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!