KUPA dan PPAS Akhirnya Diparipurnakan Dewan


Proyeksi APBD-P 2019 Rp 3.8 T

Diterbitkan  Jumat, 02 / 08 / 2019 20:07 - Berita Ini Sudah :  252 Dilihat

 

SETU- Menunggu sekian lama. Akhirnya, Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran perubahan 2019 diparipurnakan DPRD Kota Tangsel. Rapat Paripurna DPRD digelar, Kamis (1/7), Setu.

Dalam KUPA-PPAS Perubahan, disebutkan pendapatan daerah tahun 2019 diproyeksikan sebesar Rp 14 miliar. Sedangkan belanja daerah tahun 2019, diproyeksikan sebesar Rp 3,8 triliun.

Ketua DPRD Kota Tangsel Moch Ramlie bersama Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Amar memimpin paripurna Penandatangnan nota kesepakata KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2019 tersebut. Dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie.

Dengan diparipurnakannya, maka pembahasan KUPA dan PPAS sudah selesai. Selanjutnya, akan mulai dibahas lebih lanjut. Dari KUPA dan PPAS ini dibentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2019.

“Setelah melalui di tingkat badan anggaran dan TAPD yang kami rangkum lewat laporan yang telah kami sampaikan, hari ini kita rapat putusan anggaran dari yang sudah kita bahas beberapa bulan ini,” kata Lurah Abie, sapaan karib Moch Ramlie, kemarin.

KUPA dan PPAS  Perubahan APBD Tangsel tahun anggaran 2019 merupakan dokumen perencanaan anggaran. Digunakan sebagai dasar penyusunan PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2019.

“Selanjutnya KUPA dan PPAS ini menjadi acuan dalam penyusunan rancangan APBD Perubahan Kota Tangsel tahun anggaran 2019,” ujar polisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kecamatan Pamulang ini.

Sekda Kota Tangsel Muhamad mengungkapkan perjalanan pembahasan KUA-PPAS APBD tahun 2019 antara Banggar dan TAPD lancar dan cukup dinamis. “Secara normatif pembahasan KUA-PPAS berjalan lancar dan tidak ada masalah,” katanya.

Muhamad menambahkan, KUPA-PPAS disusun berdasarkan RKPD hasil dari Musyawarah rencana pembangunan daerah (Musrenbangda). Selanjutnya hasil pembahasan ini merupakan kesepakatan bersama sebagai dasar Pemerintah Daerah dalam menyusun RAPBD Kota Tangsel tahun 2019.

“Secara spesifik plafon anggaran yang nantinya akan ditetapkan menjadi rancangan APBD perubahan tahun 2019 harus berdasarkan beberapa hal penting yaitu antara lain, Anggaran Daerah harus bertumpu kepada kepentingan Publik, Anggaran Daerah harus dikelola dengan hasil yang baik dan berpenghasilan rendah, Anggaran Daerah harus dapat memberikan Transparansi dan Akuntabilitas secara rasional untuk keseluruhan Siklus Anggaran, Anggaran Daerah harus dikelola dengan pendekatan Kinerja untuk seluruh jenis Pengeluaran dan Pendapatan, dan Anggaran Daerah harus mampu menumbuhkan Profesionalisme pada setiap Perangkat Daerah,” ujar penggiat utama kesebelasan bola Persitangsel ini.

Ketika ditanya proyeksi APBD Perubahan, Muhamad menuturkan, dalam KUPA-PPAS Perubahan, pendapatan daerah tahun 2019 diproyeksikan sebesar Rp 14 miliar. Sedangkan belanja daerah tahun 2019, diproyeksikan sebesar Rp 3,8 triliun. “Untuk APBD perubahan kita proyeksi kan sekitar Rp 3,8 Triliun. Nanti untuk lebih rincinya lagi akan dibahas lebih lanjut pada Raperda APBD Perubahan,” tegasnya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, kesepakatan KUPA PPAS ini bertujuan untuk mempertajam telah disepakati. Yakni penyampaian rancangan KUPA-PPAS tahun anggaran 2019.

“Ini semua demi kemajuan pembangunan di Kota Tangsel, yang telah disepakati dan ditandatangani pada hari ini. Dengan harapan apa kita kerjakan adalah sumbangsih nyata serta pelayanan, dan kebijakan pada program pemerintah hingga ke tahapan selanjutnya yang akan dapat segera dilaksanakan,” kata magister hukum alumnus Unpad ini. (dra)

Komentar Anda

comments