Bangun Ekonomi Kerakyatan


Dekopinda Gulirkan Sedekah Resep

Diterbitkan  Senin, 05 / 08 / 2019 0:11 - Berita Ini Sudah :  151 Dilihat

 

SETU-Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Tangsel menggulirkan program sedekah resep. Program ini bekerjasama dengan Badan Koordinasi Wanita Koperasi (BKWK) bersama Pengembangan Ekonomi Perempuan Indonesia (PEPI).

Ketua Dekopinda Tangsel, Dudung E Diredja menyampaikan program sedekah resep  telah dilakukan di sepuluh titik seperti Kecamatan Setu dan Pamulang dan hampir-hampir semua dan target ini  di seluruh lima puluh empat kelurahan akan digulirkan.

“Ini program nyata Dekopinda melalui BKWK kami kerjasama dengan PEPI. Kita dengan program sedekah resep ini diharapkan  dapat memberikan kemampuan para ibu-ibu Tangsel untuk melakukan usaha home industri,” katanya.

Dari pelatihan yang digulirkan telah menghasilkan 500 orang. Secara keseluruhan peserta menyambut baik hadirnya program sedekah resep. Bahkan para peserta yang telah memperoleh materi pembelajaran membuat satu komunitas. Tentu ini membuktikan bahwa mereka sama-sama memiliki gairah dalam dunia usaha.

“Syukur alhamdulillah target awal 10 angkatan ini, 500 sudah kita garap. Mereka cukup antusias. Bahkan mereka mendirikan kelompok smart mom kumpulan ibu-ibu yang kita berikan pelatihan. Ini satu gerakan nyata untuk masalah ekonomi kerakyatan tentu diharapkan pemerintah daerah ke depan ini, fokus dalam pengembangan kerakyatan,” tambah ia.

Selama pelatihan sedekah resep, peserta dilatih bagaimana cara mengembangkan konsep yang ada dalam diri. Sebab jika ingin berkembang harus memiliki konsep yang bagus. Oleh karena itu diwajibkan satu adonan bahan kue,  wajib menjadi banyak dengan jenis berbeda-beda.

“Satu titik pelatihan, pesertanya mencapai 50 orang. Lebih diutamakan adalah pemain-pemain baru. Jadi lebih banyak dari mereka peserta belum memiliki produk tapi ada juga yang sudah memiliki produk. Kita harapkan bisa mengembangkan targetnya satu adonan dapat menjadi lima jenis kue,” bebernya.

Untuk memunculkan satu produk yang berkualitas bakal dibuat kompetisi sebagai upaya menjaring produk yang berkualitas. Produk musti sempurna sehingga ketika dipasarkan memiliki daya beli tinggi. Ditekankan produk dihasilkan oleh ibu-ibu harus produk yang memiliki kekhasan yang kuat agar menjadi identitas oleh-oleh Tangsel.

“Bahan baku yang ada di Tang­sel diharapkan endingnya nanti ada 54 kelompok kita akan tandingkan yang nantinya ada pengerucutan siapa paling bagus baik dari kemasan, rasa, dan berbagai macam jenis. Dari pemenang itu nanti kita branding makanan ciri khas Tangsel. Saat ini fokus pelatihannya kue dulu, nanti akan merambah ke kuliner yang lain,” ia meyakinkan.

Pelatihan ini sebetulnya bukan semata-mata hasil akhir yang ingin dicapai tapi ada satu harapan besar, bagaimana menciptakan rasa semangat untuk berusaha. Daya ungkit ini butuh proses, butuh dorongan supaya ibu-ibu ketika pelatihan bukan hanya ikut-ikutan tapi bagaimana lahir dalam dirinya tekad kuat menjadi pelaku usaha. Jika sudah memiliki tekad kuat akan lebih mudah mengikuti ritme dan mengatur usahanya.

“Kita didik ini agak berbeda. Di awal lebih dulu  kita bangun gairah dunia usaha. Keinginan dia berusaha kita bangun setelah ada gairah, kita latih. Yang menarik setelah ada gairah dan keterapilan yang dimiliki, kita beri bagaimana memenej usahanya itu. Sehingga mereka bisa mengatur satu produksi yang berkelanjutan.Ternyata perempuan Tangsel setelah kita bina ternyata luar biasa. Bukan saja dari ibu-ibu yang ada RT RW dan lingkungan tapi ada yang status sosialnya lebih,” jelasnya.

Program ini bukan main-main, karena jika sudah ada produk unggulan dari pelatihan di semua kelurahan akan dipajang di gerai pasar-pasar tradisional di Tangsel. Semoga Pemkot Tangsel nantinya jadi menyerahkan pasar ke PT PITS untuk pengelolaanya.

“Pemasaranya nanti kita akan mendorong Pemda jika nanti pasar diserahkan lewat PT PITS diberikan gerai untuk menjajakan produk mereka. Setelah produk meningkat, tahap berikutnya bagaimana pemodalan. Dan ibu Walikota sudah menyiapkan BPRS. Jadi ada kesinambungan dan sustainable dari hulu ke hilir,” imbuhnya.(din)

 

foto bersama. Ketua Dekopinda Kota Tangsel, Dudung E Diredja foto bersama dengan para peserta sedekah resep.

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!