Penumpang Commuter Terlantar di Stasiun Rawa Buntu


Listrik Padam Ganggu Mobilitas Publik

Diterbitkan  Senin, 05 / 08 / 2019 18:49 - Berita Ini Sudah :  237 Dilihat

PERAWATAN MENARA SUTET: Pekerja melakukan perawatan Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET)150 KV di kawasan BSD. Konsumsi listrik nasional tahun 2019 masih mencapai angka 956 per Kilowatt-hour (KWh) per kapita dengan mencapai 23,9% dari konsumsi listrik negara maju sebanyak 4.000 KWh per kapita.

SERPONG– Terjadi pemadaman listrik. Merata di sejumlah daerah, termasuk Kota Tangsel. Dari pukul 11.50 WIB hingga 21.45 WIB, Minggu (4/8). Akibatnya, seluruh pelayanan publik yang menggunakan jaringan listrik terganggu. Begitu pun, mobilitas warga mengalami gangguan. Pada malam harinya, Tangsel gelap gulita.

Pantauan Tangsel Pos di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, transportasi umum Commuter Line atau KRL tak beroperasi. Sejak pukul 13.00 WIB, terjadi penumpukan penumpang KRL. Penumpang terlantar. Comuter Line jurusan Tanah Abang-Parung Panjang dan sebaliknya berhenti di Stasiun Rawa Buntu.

Salah satu sekuriti stasiun berdiri di depan loket menginfokan kepada setiap penumpang, commuter line sedang gangguan.

Gangguan disebutnya mulai pukul 11.50 WIB. Tidak tahu sampai kapan berakhirnya. “Masih belum bisa dipastikan Pak,” ujar Jamaludin, keamanan yang bertugas di stasiun Rawa Buntu.

Ratusan penumpang itu duduk lesehan di dekat loket pengisian saldo tiket. Sebagian lagi berada di dalam peron. Sudah sekira tiga jam lebih moda transportasi massal itu berhenti.

Arif, salah satu penumpang yang membawa anaknya terpaksa sudah menunggu satu setengah jam untuk pulang ke Parung Panjang. “Sudah dari jam dua. Takut anak saya kemaleman ini, besok mau sekolah,” paparnya.

Selain itu, Johan. Ia kesal dengan gangguan listrik KRL. Seharusnya Johan pulang kerja dan sampai rumah lebih cepat. Namun ia justru terlantar di stasiun. “Lama banget ini mas, sudah tiga setengah jam lebih,” ujarnya.

Dari siaran pers disebarkan ke media, PT Kereta Commuter Indonesia memohon maaf atas gangguan perjalanan KRL yang terjadi di seluruh lintasan. Hal ini sehubungan dengan padamnya istrik di seluruh wilayah Jabodetabek. Para pengguna selanjutnya disarankan untuk dapat menggunakan moda transportasi alternatif yang tidak terdampak pemadaman listrik.

PT Kereta Commuter Indonesia telah mengevakuasi para pengguna yang berada di dalam KRL. Evakuasi waktu kurang dari enam puluh menit sejak padamnya listrik.

Evakuasi berlangsung tenang dan aman. Dikarenakan para pengguna dapat mengikuti arahan dari petugas sesuai SOP tanggap darurat dalam perjalanan KRL. Saat listrik padam PT KCI mencatat ada 7 kereta yang berada di jalur rel antara stasiun, sementara 16 kereta dapat berhenti di stasiun. Itu memudahkan proses evakuasi pengguna. Pengguna dievakuasi ke stasiun terdekat. Sebagian ada yang memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.

“Para pengguna yang sebelumnya telah naik di kereta maupun masih berada di stasiun kemudian dapat dilayani untuk pembatalan tiket perjalanannya. Pembatalan tiket untuk perjalanan hari ini masih kami layani hingga tanggal 11 Agustus 2019. Saat ini seluruh loket dan vending machine di stasiun tidak melayani penjualan tiket hingga perjalanan KRL dapat beroperasi kembali,” jelas Direktur Utama PT kereta Commuter Indonesia Wiwik Widayanti.

PT KCI melanjutkan proses evakuasi dari KRL yang berada di jalur rel. Evakuasi menggunakan kereta penolong diprioritaskan untuk KRL yang berada di jalur maupun stasiun antara Jakarta Kota hingga Manggarai. Jalur tersebut dipakai berbarengan dengan Kereta Api Jarak Jauh.

Dkibat pemadaman listrik juga terjadi kemacetan parah. Di beberapa ruas jalan pusat Kota Tangsel, lalu lintasnya macet. Juga tidak berfungsinya lampu merah. Seperti di lampu merah Alam Sutera. Lampu lalulintas titik tersebut padam.

Terlihat lebih dari 5 polisi terjun langsung mengatur seluruh ruas jalan. Untuk mengurai kemacetan akibat pemadaman listrik.

Tidak hanya di lampu lalulintas Alam Sutera, di simpang German Centre juga terjadi pemadaman lampu lulintas. Pihak kepolisian bekerja sama dengan pengembang BSD melakukan penutupan persimpangan.

Pengendara dari arah Tangerang yang ingin menuju ICE BSD harus memutar di U-Turn. Tidak jauh dari lampu lalulintas German Centre.

Pemadan listrik juga mennggangu beberapa usaha dagang seperti rumah makan dan lainnya. Apalagi pada sistem pembayarannya menggunakan mesin elektronik. Bahkan menjelang malam, hanya memakai lilin seadanya. Ada pula yang tutup lebih awal.

Untuk Wilayah Kota Tangsel, listrik mulai menyala kembali mulai 18.21 WIB. Tidak serentak nyala.  Beberapa Kecamatan seperti Ciputat, Pamulang diketahui sudah terlebih dahulu menyala sekitar pukul 21.00 WIB. Disusul wilayah Serpong dan Kecamatan Setu, menyala pukul 21.45 WIB. (dra)

 

Komentar Anda

comments