Harus Kenal Karakteristik Tangsel

Diterbitkan  Selasa, 06 / 08 / 2019 18:46 - Berita Ini Sudah :  173 Dilihat

CIPUTAT- Saat ini sudah banyak bermunculan untuk maju di Pilkada Tangsel 2020. Tidak sedikit sudah menyebarkan alat peraga sosialisasi diri. Dari bentuk spanduk hingga poster di beberapa titik strategis.

Namun tentunya masyarakat memiliki karakteristik sendiri untuk memilih siapa calon pemimpin Tangsel ke depannya yang mampu menggantikan Airin Rachmi Diany selama 10 tahun memimpin Kota pemekaran Kabupaten Tangerang ini.

Hery Sumardi, salah satu tokoh pemekaran Kota Tangsel yang dulu tergabung dalam Forum Bersama Membangun Tangerang Selatan (Fotmats), mengharapkan, pemimpin Tangsel harus mengenali karakteristik daerah. Tangsel memiliki ciri khas sendiri. Oleh karenanya, Calon Walikota yang muncul nanti harus benar-benar mengenali seluruh karakteristik Kota Tangsel.

Jika calon yang baru muncul nanti tidak mengenal sama sekali karakteristik Kota Tangsel, kata Hery, bisa menghambat pembangunan apabila terpilih nanti menjadi Walikota Tangsel.

“Pertama harapan kami tentunya harus paham bagaimana karakteristik kota ini. Jangan sampai nanti muncul orang yang baru kenal Tangsel, dan kalau terpilih harus belajar lagi setahun lebih. Maka dampaknya pembangunan bisa stuck,” ujarnya.

Lanjut penulis Buku Putih Kota Tangerang Selatan ini, banyak karakteristik yang harus benar-benar dipahami oleh para kandidat tersebut. Seperti karakter sosial, budaya, dan karakteristik pembangunan ekonomi yang ada di Tangsel.

“Dia juga harus paham bagaimana karakter masyarakat kita di Tangsel. Karena kota ini kan kota yang Multi kultur jadi harus paham betul. Bagaimana berinteraksi dengan tokoh-tokoh yang ada di Tangsel, terutama dalam upaya bersama membangun kita ini ke depannya,” tegasnya.

Menurut Hery, untuk mewujudkan karakter kandidat tersebut memang harus putra daerah Tangsel yang maju di ajang Pilkada nanti. Sehingga, dapat memahami seperti apa masalah dan solusi untuk membangun Tangsel ke depan.

“Putra daerah di sini kan bukan berarti pribumi. Banyak juga tokoh kita yang bukan pribumi tapi sejak lama berdomisili di Tangsel dan memberikan banyak kontribusi untuk kota ini. Nah putra darrah seperti ini yang tentunya kita harapkan nanti muncul di Pilkada Tangsel,” ujarnya.

Hery juga mengatakan jika pun memang harus ada kombinasi antara tokoh lokal dengan tokoh luar Tangsel, maka tokoh luar Tangsel ini juga harus bisa menjadi penyeimbang dalam pembangunan.

“Kalau pun harus dikombinasi antara tokoh lokal dengan tokoh kuar atau tokoh nasional yang turun ke Tangsel, tentunya kami harapkan kerjasama kedua tokoh ini harus benar-benar baik,” paparnya.

Sedangkan mengenai apa saja yang masih kurang di Kota Tangsel, Hery mengatakan, tugas kepala daerah ke depan ialah menyelesaikan ketimpangan antara pembangunan perumahan elit dengan pemukiman.

“Mungkin PR terbesar kita soal ketimpangan di Tangsel, di tengah pesat pembangunan masih ada kawasan yang kurang layak bahkan kumuh. Ini yang harus diselesaikan ke depannya untuk kepala daerah yang baru nanti,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!