Pemprov Klaim Setiap Hari Pantau Jalan

Diterbitkan  Selasa, 06 / 08 / 2019 18:46 - Berita Ini Sudah :  201 Dilihat

 

CIPUTAT- Jalan raya menjadi sarana utama yang kerap disorot masyarakat. Dikarenakan dilalui setiap hari. Selain itu, berkaitan dengan keselamatan. Bidang pemeliharaan jalan provinsi dari Pemprov mengklaim bekerja setiap hari meninjau kondisi jalan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Unit Pelayan Teknis (UPT) Tangerang Wilayah Utara Provinsi Banten, Hamdan, menyampaikan, setiap hari selalu ada tim peninjau jalan provinsi di Tangsel. Untuk memantau kondisi secara rill dan mencatatnya. Ini perlu dilakukan supaya ada data, kondisi jalan apakah rusak atau tidak?

“Kami selalu memantau kondisi jalan Provinsi Banten yang ada di Tangsel. Jika memang rusak kami langsung perbaiki untuk kenyamanan masyarakat atau pengguna jalan,” tutur Hamdan.

Baru-baru ini pihaknya melakukan tambal sulam di Jalan Pahlawan Seribu hingga simpang Muncul, Setu. Kondisi jalan itu, semua banyak lobang hingga membahayakan pengendara. Panjang pengerjaan sekitar satu kilometer dan sudah digarap.

“Dari bunderan Taman Tekno hingga simpang Muncul kami lakukan penambalan agar kondisinya normal kembali. Tidak ada lubang,” terangnya.

Selain di kawasan Setu, perbaikan dilakukan di bilangan Jombang, kecamatan Ciputat. Lokasinya di dekat perlintasan rel kereta. Alasan mudahnya jalan rusak, karena dilintasi kereta. Getaranya cukup kencang. Agar tidak bertambah parah kerusakan segera ditambal.

“Selain itu kami baru saja melaksanakan perbaikan di dekat pintu kereta Jombang, karena kalau rusak cukup berbahaya dekat perlintasan kereta,” ujar Hamdan.

Adapun soal kondisi Jalan Siliwangi, tepatnya di depan PLN Pamulang yang semula ada pengerjaan perataan lahan kini belum dilanjutkan lagi. Terlihat terang dari sebelumnya, karena kondisinya belum diratakan. Ini sangat membahayakan.

“Pengerjaan itu ada di bidang pembangunan, tapi memang mengapa belum dibangun masih kondisi lahan yang belum dibayarkan, sehingga belum dapat dikerjakan,” jelasnya.

Sementara yang semula ada pengerjaan perataan lahan, kendati lahan belum dibayar agar tidak membahayakan dan rawan kecelakaan, diratakan. Kini pengendara lebih mudah. Tidak kagok saat melintasi kawasan depan PLN. “Itu atas permintaan masyarakat, karena rawan kecelakaan, makanya diratakan terlebih dahulu. Itu pun yang mengerjakan masyarakat,” terangnya.

Kurniawan, salah satu masyarakat, mengatakan, problem pengerjaan jalan di Jalan Siliwangi diharapkan cepat selesai. Tentu, dirinya mengaku senang lantaran jalanan sudah cukup lebar. Sehingga, berkendara lebih nyaman. “Namun memang masih ada yang belum, utamanya di depan PLN. Semoga cepat diselesaikan,” ungkapnya. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments